“Penekanan Stunting merupakan program nasional hingga ke daerah, kami berkewajiban memberikan penyuluhan terhadap pencegahan stunting kepada masyarakat, terutama kaum ibu-ibu di posyandu,” Kapten Inf Risman Batu Bara.
KUTACANE, INFORakyat.co - Komando Distrik Militer (Kodim) 0108/Aceh Tenggara, Kodam Iskandar Muda melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun 2025, tidak hanya berjibaku pada sasaran fisik tetapi turut berpacu pada kegiatan non fisik seperti penyuluhan Stunting kepada ibu-ibu rumah tangga.
Kegiatan TMMD Reguler ke-125 Kodim 0108 Aceh Tenggara, menggandeng atau bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Lawe Dua di Desa Rikit, Kecamatan Bukit Tusam untuk membekali masyarakat tentang edukasi Stunting dan pencegahan stunting.
Kegiatan pencegahan Stunting yang digelar prajurit TNI Kodim 0108 Aceh Tenggara, merupakan rangkaian program di sektor non fisik kegiatan di lokasi pelaksanaan TMMD Reguler 125.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
Komandan Kodim (Dandim) 0108 Aceh Tenggara Letkol CZI Arya Murdyantoro, ST melalui Pasiter Kapten Inf. Risman Batu Bara mengatakan, selain kegiatan pembangunan fisik, ada beberapa menjadi perhatian khusus TNI dalam melaksanakan penyuluhan (sosialisasi) dan mengedukasi warga, diantaranya menekankan angka Stunting.
"Penekanan Stunting merupakan program nasional hingga ke daerah, kami berkewajiban memberikan penyuluhan terhadap pencegahan stunting kepada masyarakat, terutama kaum ibu-ibu di posyandu dengan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas atas kerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes)," Kapten Inf Risman Batu Bara kepada INFORakyat.co. Senin (4/8/2025).
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral, Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis EPSS
Ia menambahkan, memahaman dan informasi mengenai nutrisi yang tepat dan makan bergizi bagi balita perlu di edukasikan kepada warga.
"Nutrisi dan makanan bergizi itu bukan saja terdapat pada sajian menu mewah, tetapi bagaimana caranya agar-agar mau makan dan menyusui secara baik dan tepat waktu. Banyak anak-anak tidak bernafsu makan, ibu-ibu harus memahami cara dan solusi agar bayi mau mencicipi makanan," imbuhnya.
Lanjutnya, stunting merupakan masalah serius yang dihadapi Indonesia, kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan atau pada masa pertumbuhan anak.
Kondisi tersebut berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak-anak, baik fisik maupun mental. Para ibu diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan makanan bergizi untuk ibu dan bayi serta tata cara memberi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama setelah melahirkan.
"Penyuluhan stunting ini merupakan langkah nyata dari sinergitas TNI dan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Dalam kegiatan TMMD ini, banyak kegiatan non fisik yang dilakukan TNI bersama- sama masyarakat, semoga semua bermanfaat dan menjadi pengetahuan dalam menjalani kehidupan dan perkembangan perekonomian," pungkas Risman Batu Bara. ||





