"Coba dibayangkan, bagaimana sedihnya nasib nasib masyarakat di Beutong Ateuh Nagan Raya, Aceh. Saat berbuka puasa dan makan sahur dihadapkan dengan kondisi gelap gulita di tenda pengungsian. Semoga pemerintah cepat mengantisipasinya,” celetuk Samsuardi.
NAGAN RAYA | inforakyat.co – Memasuki hari ke 17 Ramadhan 1447 hijriah/2026 masehi, Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh masih diterpa gelap gulita pasca bencana banjir dan tanah longsor, berbuka puasa dan makan Sahur terpaksa diterangi penyout (pelita).
"Hingga saat ini, ratusan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya masih didera penderitaan akibat suplai listrik belum kunjung normal. Di tenda pengungsian, warga berbuka puasa dan makan sahur menggunakan lilin serta lampu panyoet, ini benar-benar menyedihkan di era kehandalan tenaga listrik," Kata Samsuardi, salah seorang Pemuda Beutong Ateuh Banggalang kepada inforakyat.coKamis, 05 Maret 2026.
Sesungguhnya, tenaga listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, terlebih pada bulan puasa, hampir semua kebutuhan membutuhkan energi listrik.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
"Coba dibayangkan, bagaimana sedihnya nasib nasib masyarakat di Beutong Ateuh Nagan Raya, Aceh. Saat berbuka puasa dan makan sahur dihadapkan dengan kondisi gelap gulita di tenda pengungsian. Semoga pemerintah cepat mengantisipasinya," celetuk Samsuardi melalui keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, belum lagi nanti akan menghadapi lebaran gimana nasib warga yang masih tinggal di tenda darurat. Ini seumpama sudah jatuh ketimpa tangga.
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral, Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis EPSS
"Sekarang sudah masuk hari ke 17 Ramadhan, kondisi di Beutong Ateuh sudah hampir 4 bulan tanpa aliran listrik, terutama yang berdomisili di tenda pengungsian. Empat bulan berlalu pasca bencana banjir bandang, kondisi listrik belum pulih," tegasnya bernada kecewa.
Menurut Samsuardi, selama Ramadhan, di Desa Kuta teungoh belum ada pasokan listrik. Sebelum memasuki bulan Ramadhan ada genset yang dioperasikan sampai jam 24.00 wib, supply nya sampai ke tenda tenda masyarakat. Herannya, sudah 17 hari ginset itu mati, tanpa diketahui penyebab dan alasannya.
Mewakili masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, pihaknya berharap pemerintah daerah dan pusat mempercepat penormalan suplai listrik ke rumah penduduk serta ke tenda pengungsian.
"Kami mohon dengan segala kerendahan hati supaya pemerintah dan pihak PT PLN turun tangan, jangan biarkan warga terdampak bencana terus menderita dalam suasana gelap gulita. Lihatlah dan perhatikan kami," imbau Samsuardi.
Sebagaimana diketahui, akibat banjir Bandang menghantam wilayah Beutong Ateuh Banggalang pada 26 November 2025 lalu, infrastruktur hancur, ratusan rumah hilang rusak terbawa arus serta dua permukiman dari 4 desa di kecamatan Beutong Ateuh Banggalang harus pindah rumah ke gunung untuk mengungsi.
Baca Juga:
Ada apa!! Sejumlah Kepsek SMA dan SMK di Aceh Tenggara diduga Dipanggil Penyidik Polda Aceh
"Sampai saat ini, masyarakat di dua desa tersebut masih bertekad untuk menetap di pegunungan untuk menghindari kemungkinan buruk. Mereka memilih menetap di areal pegunungan dan dijadikan pemukiman baru karena merasa lebih aman," pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, inforakyat.co belum mendapat konfirmasi terkait supali aliran listrik yang disebutkan dalam kondisi gelap gulita. ||





