“Benar, kontingen MTQ ke 37 Aceh Tenggara berada di peringkat 23 (paling bawah) dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” kata Muhammad Rasadi.
KUTACANE, inforakyat.co – Musabaqah Tilawatil Qur"an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh 2025 yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya, kontingen Aceh Tenggara berada di peringkat paling merosot, yakni di posisi 23 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Perolehan tersebut diketahui berdasarkan pengumuman resmi Dewan Hakim, Aceh Tenggara tidak menempati sepuluh besar, bahkan berada pada anak tangga terbawah.
Kondisi tersebut tercantum dalam Lampiran II Keputusan Dewan Hakim MTQ Aceh ke-37 Nomor 02/MTQ/PRIV.ACEH/2025 tertanggal 7 November 2025.
Hasil mentereng ditoreh kafilah Kabupaten Aceh Besar sebagai juara umum, disusul Kota Banda Aceh di posisi kedua, dan Kabupaten Pidie Jaya selaku tuan rumah menempati juara ketiga, dan seterusnya.
Sementara itu, Aceh Tenggara tercatat tidak memperoleh satu poin pun, sehingga menempati posisi kurus kerempeng dalam klasemen akhir MTQ di Pidie Jaya.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Tenggara, Muhammad Rasadi yang dikonfirmasi membenarkan hak tersebut. "Benar, kontingen MTQ ke 37 Aceh Tenggara berada di peringkat 23 (paling bawah) dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh," ujarnya kepada awak media, Senin 10 November 2025.
Meski demikian, ungkap Rasadi, sebenarnya Aceh Tenggara berhasil membawa pulang dua piala, yakni juara II hafalan 100 hadits Bersanad putra dan juara harapan I hapalan 100 hadits bersanad putri.
Namun, kedua cabang tersebut belum termasuk dalam penilaian resmi dewan hakim. Para kafilah sudah berusaha maksimal, hanya keberuntungan belum berhasil diperoleh.
"Piala yang kita dapat tidak masuk nilai, karena menurut panitia provinsi, cabang perlombaan itu masih baru dan belum dimasukkan dalam angka nilai," ujarnya.
Rasadi menambahkan, seluruh peserta dari Aceh Tenggara telah berusaha maksimal selama pelaksanaan MTQ. Ia mengaku penampilan para kafilah juga sudah baik, meski belum berbuah hasil sesuai harapan.
"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, mungkin rezeki kita belum ada, dan jangan patah semangat," jawabnya singkat Rasadi.





