“Menindaklanjuti tuntutan masyarakat yang disampaikan Aliansi Korban Bencana Menggugat (AKBM) serta aspirasi warga di Desa Kuta Trieng dan Lamie, Kecamatan Darul Makmur, beberapa waktu lalu. Kami perjuangkan hal itu ke pemerintah pusat,” ujar Plt Sekda, Hizbulwatan.
NAGAN RAYA | INFORakyat - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama anggota DPRK setempat merespon cepat tuntutan warga korban terdampak bencana hidrometeorologi dengan menjumpai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026 kemarin.
Kedatangan delegasi Pemkab Nagan Raya, Provinsi dipimpin Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Ir. H. Hizbulwatan, menemui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., melalui Plt. Sekda, Ir. H. Hizbulwatan mengatakan, pertemuan tersebut membahas tindak lanjut penanganan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Nagan Raya.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
"Menindaklanjutituntutan masyarakat yang disampaikan Aliansi Korban Bencana Menggugat (AKBM) serta aspirasi warga di Desa Kuta Trieng dan Lamie, Kecamatan Darul Makmur, beberapa waktu lalu. Kami perjuangkan hal itu ke pemerintah pusat," ujar Plt Sekda, Hizbulwatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Pemkab Nagan Raya telah menyampaikan data terbaru korban bencana hidrometeorologi untuk diusulkan sebagai penerima bantuan sosial, seperti bantuan jaminan hidup (jadup), isi hunian, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral, Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis EPSS
"Pemkab selalu bersinergi dengan DPRK Nagan Raya untuk memperjuangkan bantuan ini bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya. Demi rakyat kita terus berusaha maksimal tanpa menyerah," ungkap Hizbulwatan.
Menurut Hizbulwatan, kunjungan ke Posko Nasional Satgas di Kemendagri diharapkan dapat memberikan kepastian terkait bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Nagan Raya.
"Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Kami akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif, baik dengan tim Satgas Pusat, BPS, maupun Kementerian Sosial (Kemensos)," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kusuma, menyambut baik serta mengapresiasi kunjungan tim Pemkab Nagan Raya dan DPRK.
"Kami dari tim satgas akan segera memfasilitasi usulan dari Pemkab Nagan Raya dan akan berkoordinasi dengan BPS serta Kemensos untuk percepatan pemberian bantuan," kata Tamimi.
Baca Juga:
Ada apa!! Sejumlah Kepsek SMA dan SMK di Aceh Tenggara diduga Dipanggil Penyidik Polda Aceh
Ia juga meminta Pemkab Nagan Raya segera melakukan validasi terhadap seluruh data korban apabila masih ditemukan data yang belum valid maupun kekeliruan data.
"Apabila data sudah valid, nanti kami akan sampaikan ke BPS untuk dilakukan verifikasi dan validasi (verval) pemadanan data. Selanjutnya, Kemensos akan melakukan cleansing data penerima bantuan sesuai dengan data yang disampaikan oleh BPS," tambahnya.
Diketahui, ke gedung Kemendagri, Plt. Sekda turut didampingi Plt. Kadis Sosial Ali Munir, S.E., M.M., Ak., Kalak BPBD Irfanda Rinaldi, S.STP., Kepala BPKD Alfiandri, S.E., M.Si., Ak., serta sejumlah anggota DPRK Nagan Raya. ||





