Perjuangkan Peralihan Status STAIN jadi IAIN TDM Aceh, Ketua Umum Korps Alumni Bicara di Forum Nasional IKA PTKIN

author
REDHA

2 Jam yang Lalu

Perjuangkan Peralihan Status STAIN jadi IAIN TDM Aceh, Ketua Umum Korps Alumni Bicara di Forum Nasional IKA PTKIN
Ketua Umum Korps Alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (KASETIA) Syahwaludin, saat mengikuti pertemuan Nasional Forum IKA PTKIN di Luminor Hotel di Jakarta yang digelar Kamis-Sabtu (23-25 April 2026). INFORakyat/Istimewa.
“Perubahan status bukan hanya soal nama, tetapi tentang masa depan lembaga. Menjadi IAIN, kampus ini akan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam menjawab kebutuhan zaman dan meningkatkan daya saing lulusan,” ujar Ketua Umum Korps Alumni STAIN TDM, Syawaludin.

MEULABOH | INFORakyat. CO - Ketua Umum Korps Alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (KASETIA) hadir di Forum Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) Se-Indonesia digelar di Luminor Hotel di Jakarta yang digelarKamis-Sabtu (23-25 April 2026).

Tampil di forum resmi IKA PTKIN se Indonesia, menjadi momentum penting untuk menyuarakan harapan besar terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di wilayah Barat Selatan Aceh Khususnya STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM).

Ketua Umum Korps Alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (KASETIA) Syahwaludin menyampaikan aspirasi dan harapan dukungan penuh dari Forum IKA PTKIN se Indonesia terhadap proses peralihan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh.

Syahwaludin menegaskan bahwa perubahan status ini sangat dinantikan oleh masyarakat, civitas akademika, serta para alumni yang selama ini terus mengikuti perkembangan kampus kebanggaan masyarakat Aceh Barat.

Menurutnya, peningkatan status dari STAIN menjadi IAIN akan membuka peluang lebih besar dalam pengembangan kelembagaan, penambahan program studi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang lebih kompetitif.

"Perubahan status ini bukan hanya soal nama, tetapi tentang masa depan lembaga. Dengan menjadi IAIN, kampus ini akan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam menjawab kebutuhan zaman dan meningkatkan daya saing lulusan," ujarnya melalui Keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Korps Alumni juga menilai bahwa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai bidang, baik akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun pembangunan sarana dan prasarana.

"Transformasi kelembagaan dinilai sebagai langkah yang wajar dan strategis," tuturnya lagi.

Selain itu, para alumni berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dapat memberikan perhatian serius terhadap usulan tersebut, mengingat keberadaan IAIN nantinya akan menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam, ekonomi syariah, serta kajian keislaman modern di kawasan Barat Selatan Aceh.

"Berbagai gagasan dan rekomendasi strategis dibahas, termasuk peran alumni dalam mendukung kemajuan kampus daerah asal masing-masing. Kita juga perlu menyampaikan perihal dimaksud," tandas Syawaludin.

Informasi dihimpun, Pertemuan Nasional IKA PTKIN perdana ini terpilih Sebagai Ketua Umum Dr. Drs. H. Idrus Marham, M.Sc, Sekretaris Umum Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, dan Bendahara Umum, Drs. H. Cucu Sutara, MM.

Forum IKA PTKIN ini sendiri diharapkan menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi alumni PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, Korps Alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh optimistis cita-cita perubahan status STAIN menjadi IAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat segera terwujud demi kemajuan pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia di Aceh. ||

Tags terkait :