“Tradisi peusijuek kembali digelar di Gampong Babah Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, sebagai ungkapan syukur dan pelestarian budaya kerajaan lama yang hidup dalam adat masyarakat di kawasan pedalaman Kabupaten Nagan Raya”
Nagan Raya, inforakyat.co - Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan memimpin langsung prosesi Peusijuek Nanggroe Beutong Banggalang di kompleks pemakaman Raja Pertama Kerajaan Beutong, Kamis (7/8/2025), dengan rangkaian kenduri rakyat dan doa bersama.
Prosesi adat yang bersifat sakral tersebut digelar di atas tanah bersejarah peninggalan kerajaan Beutong sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT serta penghormatan terhadap para leluhur yang pernah memimpin negeri tersebut.
Tradisi peusijuek itu telah diwariskan secara turun temurun sejak kepemimpinan Teuku Beutong Banggalang. Kini, pelestariannya kembali ditegaskan dalam kepemimpinan Teuku Raja Keumangan sebagai Raja Beutong ke-IX yang juga menjabat bupati.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
Dalam sambutannya, TRK yang juga Ketua Raja-Raja Aceh dan anggota Majelis Agung Raja Sultan Indonesia menyebut bahwa tradisi peusijuek adalah kekayaan budaya yang wajib dijaga dan dilestarikan secara bersama-sama.
Peusijuek menjadi ungkapan spiritual terhadap hasil bumi, seperti panen sawit, hasil perikanan, atau produksi pertanian. Selain itu, tradisi ini menggambarkan hubungan sakral antara manusia, alam, serta kekuatan ilahiah yang melindungi kehidupan.
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral, Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis EPSS
Percepatan pembangunan di Kabupaten Nagan Raya, menurut TRK, tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, adat, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam setiap tahapan pembangunan.
Tokoh masyarakat, pemuda, beserta unsur Forkopimda dan SKPK diimbau untuk bersama-sama mengambil bagian dalam mendukung program kerja lima tahun yang tengah dijalankan oleh pemerintahan TRK dan Raja Sayang.
Semangat kekompakan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dinilai sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah. TRK meyakini bahwa persatuan dan kebersamaan mampu menjadi kekuatan utama dalam menjemput kemaslahatan bersama.
``Insya Allah, jika seluruh elemen bersatu, apa pun bisa dicapai demi kemajuan Beutong Ateuh dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Nagan Raya," ujar TRK yang pernah memimpin DPR Aceh periode 2019–2024.
Anggota DPR RI H.T. Zulkarnaini atau Ampon Bang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan TRK dan menilai Nagan Raya berpotensi menjadi poros pembangunan di wilayah barat selatan Aceh.
Baca Juga:
Ada apa!! Sejumlah Kepsek SMA dan SMK di Aceh Tenggara diduga Dipanggil Penyidik Polda Aceh
Ampon Bang, yang pernah menjabat Bupati Nagan Raya dua periode, mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan daerah, termasuk pelestarian budaya sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat setempat.
Harapan agar kejayaan wilayah Beutong Ateuh Banggalang dapat dikembalikan juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Tgk. Jamaluddin. Menurutnya, tradisi ini menjadi energi spiritual bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
"Semoga keberkahan datang melalui kegiatan ini. Masyarakat Beutong Ateuh dapat hidup sejahtera dengan tetap menjunjung nilai adat, budaya, dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari," ucap Tgk. Jamaluddin di hadapan peserta acara.
Baca Juga:
Bupati Oyon Kagum, Atlet Aceh Singkil Boyong 5 Medali Cabang Pencak Silat di Pra-PORA 2026 Simeulue
Prosesi Peusijuek Nanggroe Beutong Ateuh diikuti oleh Forkopimda, kepala SKPK, staf ahli bupati, camat, tokoh adat, pemuda, serta ratusan masyarakat dari berbagai gampong di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. ||





