9 Tahun Membina Umat, Mantan Panglima GAM Simeulue, Serukan Penguatan Aqidah sebagai pondasi dan Persatuan Aceh

author
Dahman Efendi

1 Jam yang Lalu

9 Tahun Membina Umat, Mantan Panglima GAM Simeulue, Serukan Penguatan Aqidah sebagai pondasi dan Persatuan Aceh
Mantan Panglima GAM, Abu Nurdi membina Majelis Ta'lim Insan Kamil ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di Kuala Makmur, Simeulue. INFORakyat.co/Dahman Efendi.
“Pengkajian Islam ini telah berjalan selama sembilan tahun. Untuk sementara saya wakilkan kepada murid-murid saya agar syiar Islam tetap berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, kita merasa lebih tenang," ujar Mantan Panglima GAM Simeulue, Abu Nurdin.

SIMEULUE, INFORakyat.co – Tokoh Aceh, sekaligus mantan Panglima Wilayah GAM 023 Simeulue, Abu Nurdin, kembali menyerukan pentingnya penguatan aqidah umat dan persatuan masyarakat Aceh melalui kegiatan pengajian yang telah dibinanya selama sembilan tahun.

Melalui Majelis Ta'lim Insan Kamil yang berpusat di Kuala Makmur, Simeulue, Abu Nurdin secara konsisten mengembangkan kajian Islam yang berfokus pada pembelajaran Tauhid, Tasawuf, dan Fiqih Islam.

Kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman agama sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

Menurut Abu Nurdin, pengajian yang telah berjalan hampir satu dekade itu menjadi bagian dari upaya membangun kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi moral dalam kehidupan sehari-hari.

"Pengkajian Islam ini telah berjalan selama sembilan tahun. Untuk sementara saya wakilkan kepada murid-murid saya agar syiar Islam tetap berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita akan merasa lebih tenang," ujar Abu Nurdin kepada INFORakyat.co, Sabtu, 27 Juni 2026 di Sinabang.

Untuk menjaga kesinambungan kegiatan, Abu Nurdin mempercayakan proses pembelajaran kepada murid-muridnya, yakni Tgk. Asmidin, A.M.A. dan Tgk. Sayed Zainal selaku Imam Chik. Keduanya diharapkan dapat melanjutkan misi dakwah dan pembinaan umat yang selama ini telah dijalankan.

Selain menekankan pentingnya pendidikan agama, Abu Nurdin juga mengingatkan masyarakat Aceh, khususnya Simeulue, agar terus menjaga persatuan, identitas daerah, dan nilai-nilai sejarah yang diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, Simeulue merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat demi kepentingan generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

"Simeulue itu rumah kita.

Jangan berikan ruang kepada orang lain untuk mengatur kepentingan daerah kita. Kita harus bersama-sama menjaga kepentingan masyarakat Aceh, baik untuk kehidupan saat ini maupun masa depan," tegasnya.

Abu Nurdin menambahkan bahwa perjuangan masyarakat Aceh tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan duniawi, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan akhirat melalui penguatan aqidah, pendidikan Islam, dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga kebersamaan, serta mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat keimanan dan ketakwaan umat.

"Mari kita jaga Simeulue sebagai rumah kita bersama dan terus memperkuat aqidah umat melalui pendidikan dan pengkajian Islam yang benar serta bermanfaat bagi generasi mendatang," tutup Abu Nurdin. ||

Tags terkait :

Editor : Sudirman Hamid

Kanal : News, Daerah, Komunitas, Pendidikan, Religius, Sosialisasi, Demokrasi