“Saya hadir dan menerima penghargaan UHC Award Utama, tidak terlepas dari torehan kerja keras seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, DPRK, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, hingga dukungan masyarakat luas,” kata H. Batal Mukadis, S.E.
TAPAKTUAN | inforakyat.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards Kategori Utama yang bertengger di urutan 3 dari daerah di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mencapai cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi hampir seluruh penduduknya, sekaligus menunjukkan keberpihakan nyata terhadap akses layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
UHC Awards Kategori Utama yang bertengger di urutan 3 dari daerah di Indonesia, diterima Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga:
Pasca Bencana, Solidaritas Sopir Hiace Menyatu di Jalur Rawan Bener Meriah - Medan, Terobos Malam
Plt Bupati Aceh Selatan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. "Saya hadir dan menerima penghargaan UHC Award Utama, tidak terlepas dari torehan kerja keras seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, DPRK, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, hingga dukungan masyarakat luas," kata H. Batal Mukadis, S.E.

Menurutnya, UHC Award Ini bukan hanya penghargaan, tetapi amanah untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Bukan pula sekadar target administratif, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Baca Juga:
Praktisi Hukum: Perusahaan Perkebunan Wajib Taat Ketentuan Berlaku, Pemda Berkewenangan Beri Sanksi
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat Aceh Selatan yang kesulitan berobat hanya karena persoalan biaya. Dengan UHC, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan manusiawi," imbuhnya.
Pemerintah Aceh Selatan konsisten mengalokasikan anggaran untuk mendukung kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah.
Dalam kesempatan itu, H. Baital Mukadis juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Aceh Selatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
Ia mengatakan, program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.
Baca Juga:
Ancang Beli Mobil Dinas Rp2,6 M, Pemkab Aceh Singkil Ditunding Tumpul Nurani Pascabencana
Lebih detail, Ghufron Mukti memaparkan, Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026.
Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan BPJS Kesehatan kepada kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam memberikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN.
"Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029," tegas Ghufron.
Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.
"Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera," ujarnya lagi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030.
"Di sisi lain, peningkatan cakupan kepesertaan juga mendorong meningkatnya pemanfaatan pelayanan kesehatan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta Program JKN ke fasilitas kesehatan telah mencapai dua juta kunjungan per hari, mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan," tambah Ghufron.
Informasi dihimpun, UHC Award kategori utama diterima 75 kabupaten/kota, khusus provinsi Aceh diraih 13 Kabupaten/kota, meliputi; Kabupaten Bireuen (1), Kabupaten Aceh Besar (2), Aceh Selatan (3).
Kemudian, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Lhokseumawe, Aceh Barat Daya (Abdya), Kota Subulussalam, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Gayo Lues dan Kota Sabang. ||





