Renungan !! "Assewed” Pucuk Pemerintah Kecamatan Penuh Ketokohan dan Dihormati, Masihkah Camat Seharum dulu

author
Sudirman Hamid

1 Jam yang Lalu

Renungan !! "Assewed” Pucuk Pemerintah Kecamatan Penuh Ketokohan dan Dihormati, Masihkah Camat Seharum dulu
ILUSTRASI: Camat. Dok: Istimewa.
“Camat atau sebutan lain masa lalu adalah Asisten Kewedanan (Assewed), sosok penuh kewibawaan menjadi panutan umat di tingkat kecamatan. Ia tampil sebagai orang nomor satu di wilayah kecamatan. Seiring perkembangan waktu, masihkah seharum itu jabatan camat?”

ERA 1990 ke bawah, Camatsebagai pemimpin sekaligus koordinator penyelenggara pemerintahan di tingkat wilayah kecamatan sangat dihormati, disegani dan menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Ia tampil sebagai pembimbing, tidak ubahnya raja kecil di kerajaan wilayah kabupaten induk.

Setiap hari hingga malam, kediaman camat selalu ramai didatangi masyarakat, berdiskusi tentang kemajuan daerah, kebijakan pemerintah gampong hingga penguatan agama islam bersama para alim ulama.

Sajian kopi dan cemilan selalu dihidangkan untuk warga yang datang, sebaliknya hasil tani, tangkapan nelayan turut disumbangkan warga sebagai oleh-oleh untuk sang pimpinan yang getol disebut As Sewed.

Selain dekat dan berbaur dengan masyarakat, seorang camat juga menjadi pilih bagi bupati untuk ditempatkan ke kecamatan yang sesuai dengan peradaban daerah sehingga kehadiran camat benar-benar terwakili sebagai bagian dan perpanjangan tangan pemerintah daerah.

Di masa itu, camat bukan saja sebagai sosok administrasi kecamatan, juga bisa tampil sebagai imam shalat berjamaah hingga bertindak menjadi khatib Jumat.

Camat bukan sekedar memanggul tanda pangkat, tetapi benar-benar sosok yang ditokohkan, dihargai dan disegani. Penempatan seorang camat sangat selektif, bukan hanya memahami pengetahuan pemerintahan tetapi bisa menjadi orang tua bagi rakyat.

Masa itu, kebutuhan dan biaya rutin rumah tangga hingga belanja rutin operasional boleh dibilang berkecukupan. Camat tinggal langsung di perumahan dinas kantor camat.

Dari berbagai ulasan diatas, camat menjadi tidak asing bagi masyarakat dimanapun ditempatkan dan ditugaskan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, plus dana yang dialokasikan boleh dibilang sangat maksimal sesuai dengan tugas dan fungsi camat.

Jika ingin berbagi pengalaman, boleh berdiskusi dengan mantan-mantan camat senior di Aceh Selatan seputar lika liku dan tantangan dan tata cara beradaptasi dengan masyarakat luas.

Saat ini, tepatnya di zaman penuh modern dan digitalisasi, di mata masyarakat camat hanya sekedar pimpinan kecamatan serta siapa saja boleh jadi camat atas hak prerogatif pimpinan (bupati).

Bisa dibilang, orientasi camat hanya sebatas penyambung administrasi pimpinan daerah, tidak lagi duduk sama rendah dan berdiri sama tegak.

Ironisnya lagi, ada wilayah yang kultur dan adat budayanya belum pantas dijabat oleh seorang perempuan, malah sekarang berbalik 100 derajat.

Diskusi di warung-warung kopi, menyatakan kehadiran camat tidak lagi sebagai panutan, penuntun umat dan sosok yang ditokohkan di segala sudut dan sisi kehidupan masyarakat.

Belum lagi seabrek keluhan camat yang dipendam dalam hati. Dana operasional minim, biaya rutin perawatan kendaraan harus ditanggulangi sendirilah, serta beban tugas yang dinilai tidak sesuai alokasi anggaran. Ini menjadi dimensi kemirisan, dan patut menjadi perhatian pemerintah.

Sebagai perpanjangan tangan bupati, hampir setiap saat camat menerima berbagai aspirasi masyarakat, tidak hanya itu proposal permintaan bantuan juga mendarat di meja camat untuk kegiatan-kegiatan masyarakat di desa-desa yang dipimpin.

Pada tahun 2020-an, camat itu sudah tidak seharum dulu lagi. Mari kita bangkitkan kebersamaan, sedikit luangkan perhatian terhadap camat termasuk pengalokasian anggaran yang sepadan.

Tulisan haba Redaksi atau Editorial bukan bermaksud mengkritis dan mengkambing hitamkan siapapun, tetapi menjadi bagian dari koreksi dan masukan konstruktif.

Sebaiknya, sebelum pengangkatan ASN jadi camat seharusnya dipelajari dulu track record, perjalanan dan karakter sosok yang akan dilantik menjadi camat.

Terima kasih, salam redaksi dan selamat bertugas, mudah-mudahan aktifitas semua kita lancar adanya. ||

Tags terkait :