“Diduga masyarakat kecewa akibat badan jalan nasional dikeruk pelaksana pekerjaan pemeliharaan dan perawatan, tetapi belum kunjung diaspal. Buntutnya, di kawasan padat penduduk dipenuhi debu lalu warga memasang kayu, meletakan ban mobil dan material lain di badan jalan,” Kata Camat Meukek, Teuku Iqbal Hidayatullah, S.Ag.
Pantauan di lokasi, kondisi ruas jalan nasional rute Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kecamatan Meukek dipenuhi debu saat kemarau (cuaca panas), dan becek ketika musim hujan. Masalah ini timbul pasca dilakukan pengerukan oleh pihak Satuan Kerja (Satker) PPK 2.1 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Aceh.
Camat Meukek, Teuku Iqbal Hidayatullah, S.Ag yang dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Diduga tidak tahan dengan kondisi yang belum kunjung diaspal pasca di keuk, warga memasang kayu, meletak ban mobil bekas dan material lain di atas badan jalan.

"Diduga masyarakat kecewa akibat badan jalan nasional dikeruk pelaksana, tetapi belum kunjung diaspal. Buntutnya, di kawasan padat penduduk dipenuhi debu di saat musim panas dan becek ketika hujan. Lalu warga memasang kayu, meletakan ban mobil dan material lain di badan jalan sebagai bentuk protes," Kata Camat Meukek, Teuku Iqbal Hidayatullah, S.Ag, Ahad, 17 Mei 2026.
Menurut Camat, fenomena tersebut dilakukan penduduk sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang belum kunjung diaspal pasca dilakukan pengerukan. Malah, pada hari ini pemasangan kayu dan meletakan material lain semangkin banyak jumlahnya.
Baca Juga:
Ukir Prestasi, Kezia Dwi Oktalira dari SDN 3 Bakongan Raih Juara 1 Senam Lantai O2SN Kabupaten
"Kami berharap kepada pihak yang bertanggungjawab, semoga permasalahan ini segera diatasi jangan sampai terbengkalai terlalu lama tanpa ada alasan yang jelas. Warga butuh kenyamanan saat beraktivitas dan tidak mengganggu kesehatan. Lokasi itu persis di areal padat penduduk dan pusat keramaian serta dikhawatirkan terjadi laka lantas karena gangguan pandangan pengaruh debu," paparnya singkat. ||





