Berjuang Bersama, Kenapa Aceh Singkil dan Subulussalam Lengkang dari Klaim Wilayah Pemekaran Provinsi ABAS

author
Sudirman Hamid

2 Jam yang Lalu

Berjuang Bersama, Kenapa Aceh Singkil dan Subulussalam Lengkang dari Klaim Wilayah Pemekaran Provinsi ABAS
Drs Farid Wajidi, salah seorang tokoh muda Barat Selatan Aceh. INFORakyat.co/Dok: Pribadi.
“Sayang sungguh disayang, Aceh Singkil dan Subulussalam tidak lagi menjadi wilayah yang dipetakan menjadi bagian pemekaran provinsi ABAS. Padahal dulunya sama-sama berjuang, bergerak nyata satu tujuan. Kenapa bisa tidak masuk lagi menjadi bagian ABAS,” kata tokoh masyarakat Barat Selatan, Drs. Farid Wajidi.

TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Salah seorang tokoh masyarakat yang juga memiliki silsilah Aceh Singkil, mempertanyakan wilayah Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam tidak lagi menjadi bagian dari peta pemekaran provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS), padahal perjuangan awal Aceh Singkil dan Kota Subulussalam hasil pemekaran Kabupaten Aceh Selatan sama-sama berjuang untuk melahirkan ABAS.

Pernyataan bernada pertanyaan tersebut disampaikan Drs. Farid Wajidi melalui keterangan tertulis kepada INFORakyat.co. Sabtu malam, 04 Juli 2026.

Ia menyoroti, Aceh Singkil pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Selatan. Dari aspek sejarah, kehidupan sosial, budaya, bahasa, hingga hubungan kekeluargaan, masyarakat Aceh Singkil memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat Aceh Selatan.

Ikatan tersebut tidak hanya terbentuk secara administratif pada masa lalu, tetapi juga tumbuh dari kesamaan identitas, sejarah perjuangan, serta hubungan emosional yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurut Farid Wajidi, rasa memiliki itu, setiap kali muncul persoalan yang menyangkut Aceh Singkil, baik sengketa wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara maupun persoalan pelayanan penyeberangan menuju Kepulauan Nias, masyarakat Aceh Selatan dan kawasan Barat Selatan Aceh selalu menunjukkan kepedulian.

Ketika ada upaya menggeser batas wilayah Aceh, seluruh elemen masyarakat berdiri bersama mempertahankan kewilayahan Aceh, agar sejengkal pun tidak pindah status.

"Ini menunjukkan bahwa Aceh Singkil bukan sekadar wilayah administratif, melainkan bagian dari satu kesatuan sejarah, budaya, dan teritorial yang tidak dapat dipisahkan, termasuk perjuangan untuk melahirkan Provinsi ABAS," ujar Farid Wajidi.

Dirunut dari dokumen perjuangan KP3 ABAS masa lalu, sambung mantan Kepala Dinas Dayah Aceh Selatan itu, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam juga sama-sama berjuang, baik moril, gagasan maupun semangat.

Di tengah membumbungnya aspirasi perjuangan ABAS yang memuncak, muncul pertanyaan yang tidak bermaksud menyinggung dan memecah belah kekompakan yang dibangun. Kenapa Aceh Singkil dan Kota Subulussalam tidak lagi menjadi bagian dari konsep pemekaran wilayah provinsi ABAS??

"Dua daerah ini memiliki keterkaitan historis, geografis, ekonomi, dan sosial yang sangat erat dengan kawasan Barat Selatan justru dikeluarkan dari rancangan tersebut?," tanyanya melalui media ini.

Masih menurut Farid Wajidi, pertanyaan ini layak dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk anggapan adanya pertimbangan politik jangka pendek yang justru berpotensi melemahkan semangat persatuan dalam perjuangan pembentukan daerah otonom baru.

"Mungkin karena sebagian dari masyarakat barat selatan masih yunior, pantas rasanya mengetahui sebab kenapa Aceh Singkil dan Kota Subulussalam lekang dari peta dokumen perjuangan pemekaran ABAS. Saya rasa ini penting mendapat jawaban agar tidak menjadi multi tafsir," tegasnya.

Ia mengatakan, setiap kajian pembentukan provinsi baru, kekuatan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh kesatuan wilayah, jumlah penduduk, kapasitas fiskal, potensi ekonomi, konektivitas, serta nilai strategis nasional.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Aceh Singkil dan Kota Subulussalam memberikan kontribusi yang sangat penting bagi kelayakan lahirnya ABAS.

Ia menilai, apabila kedua daerah tersebut tidak menjadi bagian dari ABAS, maka diprediksikan terdapat sejumlah konsekuensi strategis yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

1.Berkurangnya nilai strategis nasional karena hilangnya wilayah perbatasan langsung antara Aceh dan Sumatera Utara.

2.Menurunnya jumlah penduduk serta kapasitas fiskal yang menjadi salah satu indikator penting dalam pembentukan daerah otonom baru.

3. Hilangnya koridor ekonomi dan konektivitas lintas provinsi yang selama ini menjadi pintu gerbang kawasan Barat Selatan Aceh.

4. Melemahnya konsep pengembangan Blue Economy, ekonomi kelautan, dan visi Provinsi Maritim Samudra Hindia yang selama ini menjadi salah satu keunggulan ABAS.

5. Berkurangnya daya tawar politik dan argumentasi akademik ketika usulan pembentukan provinsi diajukan kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.

Atas dasar itu, tutur Farid Wajidi lagi, perjuangan pembentukan Provinsi ABAS seharusnya dibangun diatas prinsip kebersamaan, keutuhan wilayah, serta penghormatan terhadap sejarah dan identitas masyarakat.

Aceh Singkil dan Kota Subulussalam bukanlah wilayah pelengkap, melainkan bagian integral dari kawasan Barat Selatan Aceh yang memiliki kontribusi strategis bagi keberhasilan pembentukan provinsi baru.

Dengan tegas dan penuh rasa saling menghormati, Fardi Wajidi mengatakan bahwa narasi yang disampaikan tidak bermaksud mempertentangkan perjuangan yang sedang berlangsung, melainkan sebagai masukan konstruktif kepada KP3 ABAS sekaligus bahan refleksi bagi seluruh masyarakat Barat Selatan Aceh.

"Saya sangat mendukung lahirnya provinsi ABAS, namun ada ganjalan perasaan yang setidaknya mendapat jawaban. Setiap langkah perjuangan ke depan semakin mengedepankan persatuan, objektivitas, dan kepentingan jangka panjang masyarakat, sehingga cita-cita menghadirkan provinsi baru yang kuat, mandiri, dan berdaya saing dapat diwujudkan secara bersama-sama. Sebaiknya Aceh Singkil dan Kota Subulussalam disanding kembali menjadi bagian lahirnya Provinsi ABAS," ungkap Farid Wajidi.

Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran KP3 ABAS dan masyarakat pantai Barat Selatan dalam merajut perjuangan, semoga sukses dan cepat terwujud.

"Izinkan saya sampai aspirasi demi percepatan dan kekompakan lahirnya Provinsi ABAS, dukungan dan doa senantiasa kami curahkan disetiap langkah perjuangan ABAS," pungkas Farid Wajidi. ||

Tags terkait :