BMKG: Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara, Terjadi Gempa Susulan 1.108 kali

author
Redaksi

06 Apr 2026 20:11 WIB

BMKG: Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara, Terjadi Gempa Susulan 1.108 kali
Titik Gempa Bumi di Manado Sulawesi Utara berkekuatan Magnitudo 7,6, Kamis (02/4/2026). Sumber BMKG/Net.
“Hingga hari ini, Senin, 06 April 2026 pukul 05.48 WIB, gempa susulan 1.108 kali, dirasakan 24 kali,

JAKARTA | INFORakyat.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.108 kali gempa susulan terjadi pascagempa M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Gempa yang mengguncang Bitung tersebut terjadi pada pukul 05.48 WITA (waktu setempat), Kamis, 02 April 2026.

"Hingga hari ini, pukul 05.48 WIB (waktu Jakarta-red), gempa susulan 1.108 kali, dirasakan 24 kali," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, dirilis SINDOnews.com, Senin, 06 April 2026.

Sebelumnya, Rahmat mengungkapkan bahwa gempa kekuatan M7,6 yang terjadi Kamis pekan lalu itu, termasuk jenis gempa megathrust. Apalagi, gempa ini telah memicu tsunami di beberapa wilayah di Sulut.

Diketahui, jelas Rahmat Triyono, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

"Kalau lihat kedalamannya cukup dangkal ya, sekitar 33 kilometer. Kalau kategori megathrust itu kan sampai kedalaman sekitar 30-an Km. Jadi ini memang dangkal dan (pusat) di laut, dan ini termasuk megathrust ya. Ini dari subduksi Laut Maluku terhadap wilayah Sulawesi Utara," ulasnya.

Dikatakan lagi, jadi subduksi Laut Maluku yang menghujam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu. Dan kemudian cukup dangkal, dan ini kategori sesar naik, jelas Rahmat.

Ia menambahkan bahwa mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault), yang dikenal memiliki potensi lebih besar dalam memicu tsunami dibandingkan dengan sesar mendatar.

"Makanya, kami segera mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi, dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar ya. Jadi, dan kami sudah segera merilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak," paparnya.

Lebih detail Rahmat mengutarakan, berdasarkan hasil pemantauan, tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami akibat gempa ini terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 meter.

Kemudian, tambah Rahmat lagi, kawasan Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, dan Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m. ||

Sumber: SINDOnews.com

Tags terkait :