Nama dan Foto Sekda Aceh Selatan digoreng Penipu, bermodus Slip Transfer palsu Rekening Warga Dikuras

author
Sudirman Hamid

Kemarin, Pukul 22:57 WIB

Nama dan Foto Sekda Aceh Selatan digoreng Penipu, bermodus Slip Transfer palsu Rekening Warga Dikuras
Penipu catut nama dan foto Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, SE, MM, untuk menguras uang warga. Sabtu (30/5/2026). Foto: Istimewa.
“Bermodal catutan nama dan foto visual Sekda Aceh Selatan, Provinsi Aceh berdampingan dengan istri, pelaku mengincar korban seolah-olah akrab dengan pejabat, bahkan mengaku memberi bantuan dengan memperlihat bukti transfer palsu. Kemudian pelaku minta korban mentransfer uang melalui aplikasi DANA”

TAPAKTUAN | INFORakyat.co– Modus penipuan gaya baru, pelaku mencatut nama dan foto profil Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Provinsi Aceh, Diva Samudra Putra, SE, M,M, menjadikan sasaran untuk mengelabui korban melalui pesan singkat WhatsApp (WA), ujung-ujungnya menguras rekening warga.

Aksi penipuan terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 kemarin, penipu memanfaatkan trik psikologis dan manipulasi digital yang rapi untuk menghubungi korban.

"Dengan mencatut nama dan foto Sekda Aceh Selatan, penipu meyakinkan korban untuk mengirimkan uang pribadi ke aplikasi DANA nomor 0821-6131-776 atas nama Yayasan Pak Yudha," ungkap sumber melalui keterangannya ke Grup WhatsApp (GWA) awak media, Sabtu, 30 Mei 2026.

Peristiwa bermula ketika sebuah nomor WhatsApp tak dikenal nomor +6289531456483, menghubungi seorang warga yang mengenal dekat sosok Sekda Aceh Selatan.

Padahal, nomor tersebut bukanlah nomor kontak yang digunakan Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra selama ini. Pelaku hanya mencatut nama dan foto milik Sekda untuk mengecoh mangsanya.

Percakapan dan obrolan yang dilakoni menjurus kepada pokok persoalan. Penipu mengaku telah mengirimkan uang sebesar Rp 1.600.000 ke rekening korban.

Pemkab Aceh Selatan ingatkan masyarakat dan berbagai pihak untuk mewaspadai aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat.

Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan sebuah gambar tangkapan layar (screenshot) berupa slip transfer bank.Alih-alih memberikan bantuan, pelaku justru meminta korban untuk segera mengirimkan uang sebesar Rp 600.000 ke dompet digital.

Uang tersebut diminta pelaku ditransfer ke rekening DANA dengan nomor 0821-6131-776 atas nama "Yayasan Pak Yudha".Kala itu korban sempat memeriksa saldo rekeningnya dan menyadari bahwa uang Rp 1.600.000 yang disebutkan ditransfer belum masuk.

Namun, dengan lihai pelaku berdalih bahwa keterlambatan tersebut hanyalah masalah teknis akibat gangguan jaringan perbankan.

"Korban yang terlanjur percaya karena melihat foto profil dan nama Sekda, akhirnya mengabaikan rasa curiga. Ia mengira proses transfer pending sementara akibat gangguan jaringan," ujar sumber yang mengetahui kronologi kejadian terjadinya penipuan.

Karena membawa-bawa nama dan foto Sekda, tanpa berpikir panjang akhirnya korban merelakan uang pribadinya sebesar Rp 600.000 ditransfer ke nomor DANA "Yayasan Pak Yudha" sesuai instruksi pelaku.

Usai transaksi, korban baru menyadari telah tertipu lantaran menyadari saldo yang dijanjikan tak kunjung bertambah, dan nomor WhatsApp pelaku mendadak tidak aktif saat dikonfirmasi ulang.

Atas kejadian tersebut, pihak berwenang dan jajaran Pemkab Aceh Selatan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan yang mengatasnamakan pejabat publik, terlebih jika menyangkut transaksi keuangan, sumbangan, atau mutasi uang.

"Kami mohon masyarakat atau siapa saja, tidak terpengaruh dengan berbagai alasan yang mengatasnamakan pejabat Aceh Selatan. Apalagi menyangkut keuangan, mohon dikonfirmasi kepada ulang agar tidak menjadi korban penipuan," ucap salah seorang pejabat berkompeten.

Ia menyebutkan modus seperti ini sudah sering terjadi di seluruh daerah, hanya saja gaya yang dilakukan berbeda-beda.

"Ini merupakan kejahatan siber yang tidak ditolerir dan akan merugikan orang lain, baik dalam jumlah besar maupun kecil. Karenanya, jika ada oknum yang mengatasnamakan pejabat Aceh Selatan, dalam bentuk apapun tolong dilakukan cross-checkdan ketelitian," paparnya.

Kasus ini kini menjadi peringatan keras di tengah maraknya modus penipuan berbasis social engineering di media sosial dan alat komunikasi.

"Kami ingatkan, jangan sampai jatuh korban akibat bujuk rayu, atau mengatasnamakan pejabat. Jika, kita lengah, maka ambisi penipu akan mudah melumpuhkan mangsa (korban)," pingkas sumber. ||

Tags terkait :