"Jalan ini kita stop. Semua kendaraan dialihkan melalui Jalan Wer Lah demi keselamatan masyarakat," tegas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini.
BENER MERIAH | INFORakyat.co – Upaya perbaikan Jalan Enang-Enang yang selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat mendapat perhatian langsung dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, pihaknya menegaskan perbaikan swadaya dihentikan demi keselamatan.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, saat meninjau lokasi perbaikan yang selama beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik dan mendapat dukungan donasi dari berbagai kalangan masyarakat.
BPJN secara resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas perbaikan jalan tersebut karena dinilai berisiko dan tidak memenuhi aspek keselamatan saat Zulkarnaini berada di lokasi, Senin, 22 Juni 2026.
Di hadapan warga dan relawan, Zulkarnaini menegaskan bahwa kondisi jalan yang sedang dikerjakan tidak aman untuk dilalui maupun dilanjutkan proses pengaspalannya. Ia meminta masyarakat untuk sementara menggunakan jalur alternatif melalui Wer Lah.
"Jalan ini kita stop. Semua kendaraan dialihkan melalui Jalan Wer Lah demi keselamatan masyarakat," tegas Zulkarnaini.
Baca Juga:
Bulog Lampung Selatan Jaga Kualitas Beras dan Minyak Makan bagi 184.677 Penerima Bantuan Pangan
Tak ayal, pernyataan tersebut sontak memunculkan kekecewaan dari sejumlah warga yang selama ini terlibat langsung dalam gerakan.
Namun, BPJN tetap pada pendiriannya. Menurut Zulkarnaini, pekerjaan yang dilakukan secara swadaya tersebut berpotensi sia-sia karena konstruksi dasar jalan dinilai belum memadai.
Ia mengkhawatirkan seluruh material yang telah dipasang akan rusak dan hanyut saat musim hujan. "Kalau saya lihat kondisi saat ini, sekali hujan deras saja material yang sudah dikerjakan bisa terbawa air. Jangan sampai tenaga dan biaya masyarakat terbuang percuma," katanya.
Lebih lanjut, Zulkarnaini meminta agar masyarakat memahami keputusan tersebut sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan dan efektivitas pembangunan jalan.
"Sampaikan kepada para donatur bahwa pekerjaan ini dihentikan oleh BPJN. Dana yang masih tersedia sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Baca Juga:
Mencoba Kabur dan Tancap Gas, Seorang Pria di Aceh Tenggara ditangkap Polisi, Dugaan sebungkus Sabu
Salah seorang tokoh masyarakat, Syahrial, yang selama ini menginisiasi penggalangan donasi dan gotong royong masyarakat, sontak berkomentar.
Dengan nada emosional, Syahrial menyampaikan bahwa proses pengaspalan sudah memasuki tahap akhir dan dana yang terkumpul dari masyarakat telah digunakan untuk membayar material serta pekerjaan pengaspalan.
"Kami tetap ingin melanjutkan pengaspalan karena pekerjaannya tinggal sedikit lagi selesai. Dana donasi yang dipercayakan masyarakat juga sudah kami bayarkan untuk kebutuhan pekerjaan ini," ujar Syahrial.
Keputusan penghentian ini menimbulkan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga mengaku memahami pertimbangan teknis dan keselamatan yang disampaikan BPJN.
Namun disisi lain, banyak pihak berharap ada solusi konkret dari pemerintah agar kondisi Jalan Enang-Enang yang selama ini menjadi jalur vital penghubung wilayah Bener Meriah dan sekitarnya segera mendapat penanganan permanen.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan mengenai percepatan penanganan infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, hingga akhirnya mendorong warga turun tangan melakukan perbaikan secara mandiri melalui gerakan gotong royong dan donasi.
Hingga berita ini dipublikasi, belum diketahui sejauh mana tindaklanjut sikap tegas Kepala BPJN Aceh, sebaiknya entah bangaimana pula prose swadaya yang sudah kepalang tanggung. ||







