“Menjadi penghafal Al-Qur'an adalah sebuah kehormatan dan anugerah. Kalian adalah cahaya-cahaya kecil yang kelak akan menerangi keluarga, masyarakat, dan bangsa dengan akhlak serta nilai-nilai Al-Qur'an dan iman," kata Bupati Safriadi Oyon.
ACEH SINGKIL | INFORakyat.co – Bupati Aceh Singkil Povinsi Aceh menyebut para penghafal Al-Qur'an sebagai cahaya iaman dan peradaban, memiliki peran penting dalam membangun masa depan daerah bangsa dan negara
Pernyataan
penuh haru dan rasa bangga itu disampaikannya Bupati Aceh Singkil, Safriadi
Oyon, saat menghadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan IV SMP Muhammadiyah
Aceh Singkil Tahun 2026, Ahad, 7 Juni 2026.
Dihadapan
hadirin, diantaranya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Singkil, unsur
pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, serta para orang tua dan siswa yang
mengikuti prosesi wisuda, Bupati Oyon memberikan apresiasi kepada SMP
Muhammadiyah Aceh Singkil.
"Terimakasih
atas dedikasi dan kerja keras para ustadz yang konsistensi mengembangkan
program tahfidz Al-Qur'an sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi
muda dalam beriman dan bertaqwa," papar bupati.
Menurut
dia, capaian para siswa yang berhasil menghafal Al-Qur'an merupakan prestasi
yang patut dibanggakan di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin
kompleks.
"Menjadi
penghafal Al-Qur'an adalah sebuah kehormatan. Kalian adalah cahaya-cahaya kecil
yang kelak akan menerangi keluarga, masyarakat, dan bangsa dengan akhlak serta
nilai-nilai Al-Qur'an dan iman," ujar Oyon bernada bangga.
Ia
berpesan agar para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada capaian wisuda
semata, melainkan terus menjaga dan mengamalkan hafalan yang telah diperoleh.
Selain
itu, Bupati mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai
bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
"Kepada
seluruh wisudawan dan wisudawati Tahfidz Al-Qur'an Angkatan IV, teruslah
menjaga hafalan, hormati orang tua dan guru, serta jadilah generasi yang
membanggakan agama, bangsa, dan daerah," ujarnya.
Rangkaian
kegiatan turut diisi dengan Tabligh Akbar yang disampaikan mubaligh asal Medan,
Ustaz Drs. Mahmud Yunus Daulay, M.A.
Dalam
tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan
menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Wisuda
Tahfidz Al-Qur'an tersebut menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi
Qurani yang memiliki bekal ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak mulia.
Pemerintah
daerah berharap pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman terus berkembang
sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul di Aceh
Singkil. ||














