Wamenhaj: Petugas Haji RI diminta Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jamaah Pasca-Armuzna, kondisi melelahkan

author
Redaksi

Kemarin, Pukul 23:08 WIB

Wamenhaj: Petugas Haji RI diminta Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jamaah Pasca-Armuzna, kondisi melelahkan
Jamaah haji saat menunaikan ibadah di Madinah. Dok: Humas Kemenhaj RI.
“Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah Indonesia yang baru tiba di Madinah,” ujar Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

MADINAH | INFORakyat.co - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj-RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah.

Pesan berangkai arahan tersebut disampaikan Dahnil Anzhar saat meninjau kesiapan layanan jemaah haji di sejumlah hotel di Madinah, Sabtu, 06 Juni 2026, bertepatan sehari sebelum kedatangan jemaah dari Makkah ke Madinah.

Wamenhaj mengatakan, fase pasca-Armuzna menjadi periode yang memerlukan perhatian khusus karena sebagian besar jemaah telah mengalami kelelahan fisik setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah," ujar Dahnil Anzar, dikutip website resmi Kemenhaj RI, Ahad, 07 Juni 2026.

Ia menjelaskan kondisi jamaah gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Jika gelombang pertama sempat beristirahat di Madinah sebelum menunaikan ibadah puncak haji, maka gelombang kedua tiba di Madinah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

"Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif," katanya.

Wamenhaj mengingatkan bahwa tradisi Arbain yang dijalankan banyak jemaah Indonesia juga berpotensi meningkatkan kelelahan apabila tidak disertai pengelolaan stamina yang baik.

Karena itu, ia meminta jemaah tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan kesehatan."Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas," pesannya.

Kepada petugas kesehatan, Wamenhaj meminta agar prinsip pelayanan cepat dan responsif diterapkan secara maksimal. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor diminta tetap siaga penuh untuk melayani kebutuhan jemaah.

"Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik," tegasnya. ||

Tags terkait :