Besok, Ribuan Gelombang Massa Korban Bencana akan Geruduk Kantor Bupati Aceh Singkil

author
Sahab Hadafi

1 Jam yang Lalu

Besok, Ribuan Gelombang Massa Korban Bencana akan Geruduk Kantor Bupati Aceh Singkil
Koordinator aksi GEMUKA Aceh Singkil, Bujung Sanang. INFORakyat/Dok: Pribadi.
“Kita perkiraan kurang lebih sekitaran 3.500 massa akan menggelar aksi damai. Namun kita lihat besok, sebab bersamaan dengan adanya operasi patuh Ketupat Polres yang dilaksanakan secara nasional, bisa jadi jumlah pendemo akan berkuran,” kata Buyung Sanang.

ACEH SINGKIL | INFORakyat.co – Diperkirakan ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (GEMUKA), diperkirakan akan menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Senin, 8 Juni 2026.

Aksi tersebut digelar untuk menuntut keadilan dan penyelesaian hak-hak korban terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Singkil pada November 2025 lalu.

Koordinator Aksi GEMUKA, Buyung Sanang, mengatakan jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 3.500 orang, namun jumlah tersebut akan terjadi perubahan sesuai kondisi di lapangan.

"Kita perkiraan kurang lebih sekitaran 3.500 massa akan menggelar aksi damai. Namun kita lihat besok, sebab bersamaan dengan adanya operasi patuh Ketupat Polres yang dilaksanakan secara nasional, bisa jadi jumlah pendemo akan berkuran," kata Buyung Sanang kepada INFORakyat, Ahad, 07 Juni 2026.

Flyer aksi GEMUKA, tuntut keadilan bagi korban bencana hidrometeorologi Aceh Singkil.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, peserta aksi akan berkumpul di Lapangan Alun-Alun Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, mulai pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju Kantor Bupati Aceh Singkil.

Massa terdiri dari korban banjir dan tanah longsor, aktivis sosial dan kemanusiaan, mahasiswa, pemuda peduli bencana, perwakilan organisasi masyarakat, serta pengurus dan anggota GEMUKA.

Dalam pernyataan sikapnya, GEMUKA menegaskan aksi tersebut bukan untuk menciptakan konflik, melainkan memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak bencana yang dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.

"Kami hadir bukan untuk mencari konflik, tetapi memperjuangkan hak masyarakat yang hingga hari ini masih menunggu keadilan. Negara tidak boleh abai terhadap penderitaan korban banjir dan tanah longsor," demikian kutipan pernyataan sikap GEMUKA.

Massa juga berencana menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil tentang hak-hak korban terdampak bencana yang belum terealisasi.

Selain menggelar orasi dan membentangkan spanduk tuntutan, peserta aksi dijadwalkan menyerahkan dokumen berisi aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah.

GEMUKA mengimbau seluruh peserta menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

"Jangan ada memprovokatif, kita menyampaikan aspirasi secara damai dan demokrasi serta menghormati ketentuan hukum dengan menghindari perbuatan anarkis," himbaunya.

Aksi ini menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar yang direncanakan berlangsung di Aceh Singkil tahun ini, dengan fokus pada percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi korban banjir dan tanah longsor pascabencana 2025.||

Tags terkait :