“Hari ini kita berada di Arafah, berjarak 21 kilometer dari Makkah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT. Pemerintah juga hadir bersama jamaah Indonesia,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf.
ARAB SAUDI | INFORakyat.co - Di Arafah, daratan luas sebelah Tenggara berjarak sekitar 21 kilometer dari Kota Makkah ArabSaudi,Menteri Haji dan Umroh (Menhaj) RI, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa wukuf di Arafah menjadi momentum spiritual sekaligus tonggak baru pelayanan haji Indonesia yang lebih fokus, inklusif, dan berkeadaban.
Ungkapan tersebut disampaikan Menhaj dalam sambutan Wukuf di hadapan jemaah haji Indonesia, jajaran Amirulhaj, Tim Pengawas DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan 26 Mei 2026.
"Hari ini kita berada di Arafah, berjarak 21 kilometer dari Makkah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT. Pemerintah juga hadir bersama jamaah Indonesia," ujar Moch. Irfan Yusuf.
Ia menyebutkan, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam kerangka Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Seluruh layanan diarahkan agar negara hadir lebih dekat, lebih sigap, dan lebih terukur dalam melayani jemaah."Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah," tegasnya.
Menhaj menjelaskan, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai.
"Jamaah Haji Indonesia diberangkatkan sebanyak 527 kloter dengan jumlah 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah Rukun Islam Kelima," ucapnya.
Kata dia lagi, energi pelayanan difokuskan pada fase Armuzna, meliputi kesiapan tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan, serta penugasan petugas di lapangan.
Tri Sukses Haji sebagai arah besar penyelenggaraan. Sukses ritual diwujudkan melalui ibadah yang sah, tertib, dan khusyuk. Sukses ekosistem ekonomi haji diwujudkan melalui tata kelola yang memberi manfaat bagi bangsa. Sementara sukses keadaban dan peradaban diharapkan melahirkan pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, dan membawa kebaikan bagi Indonesia, tegas Menhaj.
Dalam kesempatan itu, Moch. Irfan Yusufmenempatkan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah sebagai satu kesatuan kebijakan.
Baca Juga:
Idul Adha 1447 H, Pemkab Bener Meriah Sembelih 28 ekor Hewan Qurban, total tembus 1000 ekor
Skema murur disiapkan bagi jemaah lansia, resiko tinggi, komorbid, disabilitas, serta pendampingnya agar pergerakan dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman, tertib, dan tetap sesuai bimbingan manasik.
"Setiap jemaat harus merasa dilindungi, setiap keterbatasan harus mendapat dukungan dan bantuan. Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah," paparnya lagi.
Moch Irfan Yusuf kembali menegaskan bahwa untuk mendukung kekhusyukan jamaah, Kemenhaj menyiapkan 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara selama fase Armuzna.
Baca Juga:
Ada Anak Pejabat dan Selebgram Pekanbaru, 8 Pria dan 5 Gadis remaja Terjaring Razia Narkoba
Distribusi konsumsi juga disiapkan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah dapat lebih fokus beribadah.
"Layanan haji tahun ini turut diperkuat melalui digitalisasi pengawasan dan pelaporan berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji. Sistem ini memungkinkan respons petugas lebih cepat, terukur, dan berbasis data," sergahnya.
Menurut Menhaj, data kelola dam, tercatat 145.341 jamaah telah membayar dam. Sebanyak 102.364 melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia.
Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.
"Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur," tutup Moch Irfan Yusuf. ||





