KUTACANE | INFORakyat.co – Kibaran bendera mewarnai setiap sudut penuh pernak pernik menghiasi keindahan, nuansa tersebut dipersembahkan masyarakat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 80 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh ke 52 Tahun 2026.
Sejumlah kegiatan disuguhkan dalam rangka memeriahi Hari Bhayangkara ke 80 yang beriringan dengan hari jadi Aceh Tenggara ke 52 tahun 2026.
Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara terus melangkah menunjukan pengabdian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberantas narkoba serta tindakan kriminalitas.
Baca Juga:
Buka Konfercab IV PCNU Nagan Raya, Wabup Raja Sayang Dorong Sinergi Ulama dan Pemerintah Membangun
Dibalik itu, pada Hari Bhayangkara tahun 2026 juga menyelenggarakan bakti sosial layanan kesehatan, diantaranya operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut bocor gratis, menarik perhatian umat.
Tepat hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, kondisi di Rumah Sakit Umum Sahudin Daerah (RSUD) Kutacane muncul secercah harapan bagi pasien atau penderita bibir sumbing untuk hidup lebih layak dan percaya diri berkat kepedulian, perhatian, anugerah dan pengabdian Polri.
Kegiatan operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut bocor pasien secara gratis menjalar energi baru menuju kebahagiaan, keceriaan dan masa depan yang lebih indah. Bisa jadi, selama ini hajatan tersebut terpenggal akibat pengaruh ekonomi.
Bakti layanan kesehatan yang diprakarsai Polri itu merupakan gerbang hidup baru bagi pasien bibir sumbing. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Aceh Tenggara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K bersama unsur Forkopimda, Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tenggara, tenaga medis, serta keluarga pasien.
"Alhamdulillah, hari ini kita upayakan membantu saudara-saudara kita untuk dilaksanakan operasi bibir sumbing. Sesuai data dan hasil pemeriksaan awal tim medis, sebanyak 21 pasien dari berbagai penjuru Aceh Tenggara dijadwalkan mengikuti operasi gratis," ungkap AKBP Yulhendri.
Kapolres menuturkan, barangkali sebagian orang menilai operasi ini sebagai tindakan medis biasa. Namun bagi para pasien dan keluarganya adalah harapan dan kesempatan emas untuk mempunyai fisik yang sama dengan orang lain.
Yulhendri juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, tetapi juga kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami berharap operasi yang dilaksanakan hari ini dapat membawa manfaat besar, menghadirkan kebahagiaan bagi para pasien dan keluarga, serta menjadi awal dari tumbuhnya semangat dan harapan baru dalam menjalani kehidupan," imbuhnya.
Di usia Kabupaten Aceh Tenggara ke 52, dan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Aceh Tenggara bersama jajaran menggelar bakti kesehatan untuk meringankan beban warga, khususnya penderita bibir sumbing dan celah langit-langit mulut bocor.
Menurut Kapolres, upaya memajukan dan membangun daerah bukan semata-semata tertuju pada infrastruktur, bakti layanan kesehatan masyarakat juga tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran. Polri tersentuh hati untuk memperbaiki penderitaan dan kekurangan yang mereka alami.
Baca Juga:
Pemuda Barsela layang Surat Terbuka, Sorot Wacana Beutong Ateuh Banggalang ‘Primadona Tambang’
"Kami hadir untuk memberikan energi baru kepada masyarakat, agar bangkit semangat yang lebih baik, kebahagiaan, kesehatan dan masa depan yang lebih cerah serta rasa percaya diri yang unggul. Anggap saja ini cinderamata Bhayangkara ke 80 Polres Aceh Tenggara," tandas Yulhendri.

Seiring persiapan dan jadwal kegiatan operasi bibir sumbing 21 pasien, orang tua sang pujaan hati bersimpuh bahagia disertai iringan doa yang tiada tara.
Hajatan yang selama ini terpendam dan tersandera faktor ekonomi, tiba-tiba hadir memihak untuk dilakukan operasi bibir sumbing kepada anak yang dicintai secara gratis.
"Saya haru bercampur bangga dan hanyut dalam kebahagiaan, ternyata doa-doa kami selama ini didengar oleh Allah SWT. Melalui kepedulian dan pengabdian pak polisi, anak saya bisa ikut operasi bibir sumbing. Ini sebuah kemuliaan dan rasa penghormatan bagi kami orang kurang mampu. Semoga sukses, dan Yang Maha Kuasa akan membalas kebaikan hati pak polisi," ucap salah seorang orang tua pasien yang identitasnya tidak layak dipublikasi. ||














