Pemuda Barsela layang Surat Terbuka, Sorot Wacana Beutong Ateuh Banggalang ‘Primadona Tambang’

author
Sudirman Hamid

2 Jam yang Lalu

Pemuda Barsela layang Surat Terbuka, Sorot Wacana Beutong Ateuh Banggalang ‘Primadona Tambang’
Aktivis hukum, Misbar RB, SH. Foto: Pribadi.
“Kami ucapkan selamat untuk saudara-saudara kami di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, akan menjadi primadona tambang. Butir-butir emas akan dihiasi debu, dikhawatirkan akan terjadi banjir ketika hujan, dan longsor diperkirakan muncul tanpa undian dan izin," tulis Misbar RB, S.H via petikan surat terbuka.

NAGAN RAYA | INFORakayat.co– Pemuda Barat Selatan, Aceh melayangkan surat terbuka mengkritisi wacana Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh akan menjadi "Primadona Tambang"

Sindiran dan kritikan itu disampaikan, Misbar RB, S.H, Pemuda asal Aceh Selatan, Jumat, 12 Juni 2026.Ia menyampaikan Surat Terbuka untuk Gubernur Aceh. Insya cenderung sederet pertanyaan, bernada polos, lugas dan prinsip sosialisasi.

Menurut Misbar RB, Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya dikenali dengan hasil agraris yang makmur, seperti komoditas padi, Kopi, Kemiri dan sebagainya.

"Saat ini nama Beutong Ateuh Banggalang terseret wacana Tambang, transportasi zaman akan memproduksi komoditas baru dengan lubang galian tambang, terbarangan debu,  aktivitas mengorek perut bumi dan perbukitan untuk produksi material tambang," ujar Misbar RB.

Dalam Surat Terbuka itu, Misbar menyebut Betong sedang "bertransformasi" dari daerah agraris jadi kawasan pertambangan. Bukit hijau akan berganti jadi botak dan tandus, sungai jernih akan berubah warna coklat premium, dan ruas jalan akan menjadi putaran kendaraan angkutan bahan baku.

"Kami ucapkan selamat untuk saudara-saudara kami di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, akan menjadi primadona tambang. Butir-butir emas akan  dihiasi debu, dikhawatirkan akan terjadi banjir ketika hujan, dan longsor diperkirakan  muncul tanpa undian dan izin," tulis Misbar RB, S.H via petikan surat terbuka.

Ia memprediksikan, suatu ketika warga Beutong Ateuh Banggalang kan merasakan kemajuan pesat disertai keresahan, debu, banjir dan keluhan lain yang bakal muncul.

Sementara itu, "berkah emas" yang dijanjikan menjadi tambang rakyat, wujudnya sama sekali belum terlihat. Lalu wacana baru muncul sebagai kodo pertambangan.

Melalui surat terbuka, Misbar RB, SH, secara polos mempertanyakankepada Guburnur selaku pemimpin rakyat Aceh, diantaranya;

1. Kalau sungai Beutong Ateuh Banggalang rusak dan tercemar, lalu anak cucu akan minum apa dalam kehidupan jangka panjang?

2. Seandainya bukit dan pegunungan dikeruk dan sudah rata, bagaimana terhadap lingkungan?? Wisatawan mau foto apa, bukankah caption disebut-sebut hutan lindung?

3. Aceh adalah daerah Istimewa dengan QanunSyariat Islam dan kelestarian alam. Apakah ada aturan dan point-point penting tentang "gunduli" gunung demi investasi??

Sungguhpun demikian, tutur Misbar, pihaknya tidak anti pembangunan dan investasi, namun ia juga tidak mau pembangunan itu akan meninggalkan ketandusan dan janji manis.

"Sebelum bergerak lebih jauh, hendaknya butuh pertimbangan, kajian, prospek keuntungan bagi masyarakat dan daerah serta kejelasan perizinan, serta sosialisasi konprehensif," imbuh Misbar.

Bapak Gubernur yang kami banggakan, kalau memang tambang adalah  keberkahan,maka tolong buktikan dengan membuka semua data mulai dari izinnya,penerima manfaat dan peta amdal.

"Kami sangat berkeyakinan bapak Gubernur peduli Qanun dan UUPA, karenanya perlu ditindaklanjuti dua hal sederhana, yaitu hentikan sementara wacana aktivitas tambang di Beutong Ateuh Banggalang, selanjutnya audit terbuka semua izin tambang bumi Aceh," sarannya.

Selain itu, Misbar RB juga berharap Gubernur Aceh (Mualem) segera turun ke Beutong Ateuh Banggalang untuk melihat secara langsung  kondisi di sana.

"Tolong bapak gubernur turun langsung, lihat kondisi Beutong Ateuh Banggalang, dan minta tanggapan masyarakat luas terhadap skema wacana tambang," pungkas Misbar RB menutup komentarnya melalui surat terbuka. ||

Tags terkait :