“Penyambutan bak sahabat sejati, tertoreh bentuk penghormatan dan familiar atas kehadiran adik kandung Presiden Prabowo di Tanah Cut Nyak Dien sebelum melanjutkan perjalanan negeri Teuku Umar, Aceh Barat”
Didit Arjuna Wartawan INFORakyat.co
SEBUAHlanding perlahan deru debu disertai gaung mesin melintas di Bandara Cut Nyak Dhien, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, tampak Bupati Dr. Teuku Raja Keumangan, SH, MH (TRK) berdiri tegak saat kabin pesawat terbuka, ia menunggu tamu istimewa uang sejak lama sudah dikenal kancah politik dan nasionalisme.
Ternyata yang ditunggu-tunggu adalah Hashim Djojohadikusumo, pengusaha nasional dan adik kandung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Hari yang penuh getaran jiwa, dibalut rasa empati dan persahabatan yang kental, kehadiran Hashim Djojohadikusumo bukanlah kunjungan biasa, tetapi penuh makna berjejak silaturahmi, penguatan relasi sekaligus bentuk penghargaan dari seorang kepala daerah kepada kepada sahabat lamanya yang datang tiba-tiba, Selasa, 8 Juli 2025.
Begitu kaki dan langkah sosok adik Presiden Pranowo menapak di landasan Nagan Raya, senyum merekah menyelimuti wajah, aura pernah bersama benghias kedua sisi dalam geliang ramah.
TRK dan Hashim berjabat tangan erat, melukiskan betapa anggunnya persahabatan, bagaikan tidak ada jarak keduanya berbincang ringan menguak suasana ketakjuban. Diselingi tawa kecil, keduanya (TRK dan Hashim-red) sesekali terlihat aroma percakapan serius, entah apa yang tergugah, namun tersirat makna berinteraksi membangun kemudi relasi yang diprediksikan bukan sekadar basa-basi.
"Penyambutan ini adalah bentuk penghormatan atas kehadiran beliau sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Teuku Umar Johan Pahlawan, Meulaboh,Aceh Barat. Setidaknya, selaku sahabat pantas dilakukan penyambutan apalagi adik kandung bapak Presiden Prabowo," ujar TR Keumangan kepada awak media.
Hashim akan resmikan operasional pabrik Arsari group di Kabupaten Aceh Barat. Persinggahannya di Nagan Raya diwarnai familiar dan tetap diperlakukan istimewa oleh kepala daerah setempat, bukan karena statusnya sebagai adik Presiden, tapi karena sejarah yang mereka rangkum telah bangun sebelumnya.
Bukan rahasia, kedekatan Hashim dan TRK terjalin kuat sejak Pilpres 2024. Kala itu, TRK mengemban tugas sebagai Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh, mendampingi Muzakir Manaf yang menjabat Ketua TKD. Sementara Hashim, sebagai tokoh nasional dan strategis, ikut berperan penting dalam skema pemenangan Prabowo-Gibran.
Beranjak dari persaudaraan kontestasi politik, ternyata berlanjut dalam bentuk penghargaan personal. Kini, dalam jabatan resmi masing-masing mereka kembali bertemu dalam suasana hangat, santun dan penuh makna.
Bandara Cut Nyak Dhien hari itu menjadi saksi bisu, ketika kedua insan ini berangkulan dalam napas sahabat. Diketahui, hubungan antara tokoh nasional dan daerah ini bisa dijalani bukan hanya bertongkat pada sistem protokoler, tapi juga dengan keakraban dan rasa saling menghargai.
Hashim bukan sekadar tamu. Ia adalah simbol dari hubungan yang dibangun atas kepercayaan, kerjasama, dan komitmen membangun daerah, take off (tinggal landas) dari Jakarta hingga ke tanah Barat Selatan Aceh.
Hanya dinding, hati dan perasaan TRK dengan Hashim yang tahu persis arti percakapan singkat dipenantian landasan bandara, komunikasi dan koordinasi selanjutnya adalah kata-kata harapan dalam penantian pembangunan. ||





