“Kita memperoleh ijazah yang memiliki pengakuan dan legalitas yang sama dengan lembaga pendidikan formal lainnya dari pemerintah, tanpa harus mengubah struktur kurikulum pesantren yang sudah berjalan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh, Dr H Muntasyir, Sag, MA.
NAGAN RAYA | INFORakyat.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Acehmelalui Tim Verifikasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren melaksanakan verifikasi berkas dokumen dan visitasi sarana prasarana usulan pendirian Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) tingkat Wustha dan Ulya ke Dayah Daarul Uluum Al Mukarramah Gampong Babah Krueng Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, Jum"at 22 Mei 2026.
Tim verifikasi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh Dr H Muntasyir SAg MA didampingi jajaran diantaranya, Ustad Muzakkir, S.Ag dan Muhammad Rizki Syibran, SH. Turut turun gunung Kemenag Kabupaten Nagan Raya, Plt. Kasi Zakat dan Wakaf Darwis, S.Sos.
Dr. H. Muntasyir, S,Ag, MA, menyampaikan bahwa Satuan Pendidikan Muda"alah (SPM), ini merupakan hadiah dari Pemerintah untuk perkembangan dan kemajuan pesantren sebagai satuan pendidikan agama islam.
Baca Juga:
206 Pelajar SMP Aceh Selatan bergelut di event nonakademik, Kompetisi FLS3N dan O2SN membanggakan
"Kita memperoleh ijazah yang memiliki pengakuan dan legalitas yang sama dengan lembaga pendidikan formal lainnya dari pemerintah, tanpa harus mengubah struktur kurikulum pesantren yang sudah berjalan," ujar Muntasyir.
Menurut dia, Kurikulum yang ada hanya perlu ditata dan dikelola dengan lebih tertib agar proses dan ketuntasan belajar dapat tercapai secara maksimal.
Sementara itu Abiya Husaini Ishaq menyampaikan harapan agar SPM Dayah Daarul Uluum Al Mukarramah (Dayah DUAL) segera terealiasai.
"Mudah-mudahan, dengan dukungan dan doa dari semua pihak, cita-cita besar ini segera Allah kabulkan. Sejak berdiri pada tahun 2003, Dayah DUAL berkomitmen untuk tetap mempertahankan sistem kurikulum tradisional pesantren," terang pimpinan Dayah Daarul Uluum Al Mukarramah
Komitmen ini, kata Abiya Husaini, terus dijaga meskipun berbagai ajakan untuk mendirikan lembaga pendidikan formal sering datang muncul.
Baca Juga:
Dua hari dikerahkan pencarian di Sungai Bakongan, Jasad Syarkani ditemukan meninggal dunia
"Iya, ada semacam ajakan untuk mendirikan lembanga pendidikan formal, namun belum tergugah," ucap Abiya dampingi Kepala SPM Wustha Tgk. Hasan Nuddin, S.Pd., M.Pd dan Kepala SPM Ulya Tgk. Hendra Jauhari, ST. ||





