“Sosok ibu Persit yang mendampingi sang suami Bakduk Pok Koki Kipan C Yonif 115/ML Korem 012 Teuku Umar menjadi buah bibir atas ketabahan dan kesabarannya meracik inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis Sereh Wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan, Aceh”
TAPAKTUAN | INFORakyat.CO - Di balik kesuksesan Usaha Mickro, Kecil dan Menengah (UMKM), tumbuh potensi lokalyang digali dan diracik penuh kesabaran, akhirnya berbuah manis. Tersebutlah osok perempuan tangguh sang ibu Persit istri Sertu Sutrisno Wijoyo bertugas di Bak Duk Pok Koki Kipan C Yonif 115 Macan Leuser Korem Teuku Umar (ML/TU) di Aceh Selatan.
Dia adalah Sinar Hayani, perempuan yang tak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis sereh wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan.
Dikutip histori perjalanan hidup pasangan suami istri ini mengawali biduk rumah tangga (menikah-red) saat sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas di Kompi Senapan C Yonif 115/ML, kemudian dipercayakan atasan menjadi Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Aceh Selatan.
Baca Juga:
Hati Warga Terdampak Bencana Berbunga, Jadup Aceh Singkil Cair, Data Tahap Berikutnya Diusulkan
"Perjalanan pengabdian suami turut menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang ia jalani sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Aceh Selatan Koorcab Korem 012 Pangdam Iskandar Muda," ungkap Sinar Hayani, Rabu, 29 April 2026.
Mendukung semangat kerja dan tugas sang suami tercinta, Sinar Hayani, belajar kuat dari kehidupan wadah Persit, meskipun agak sulit, namun keteguhan, ketabahan dan rasa bangga dan jiwa pengorbanan membuat ia belajar untuk mengerti dan memperjuangkan makna kehidupan.
Sinar Hayani mengaku merasakan betul hangatnya kekeluargaan dalam lingkungan Persit. Baginya, kebersamaan di asrama, saling mendukung dalam kegiatan organisasi, serta kesempatan untuk ikut berkontribusi adalah kebahagiaan tersendiri. Ia bangga bisa mendampingi suami dalam setiap penugasan sekaligus tetap berkarya.
Namun dibalik itu, ada duka yang harus dijalani dengan lapang dada. Seorang anggota Persit harus selalu siap ditinggal tugas, membatasi ruang gerak, serta menahan rindu demi tugas negara.
"Perubahan peran setelah menikah menuntut saya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan kreatif. Semua dijalani penuh keikhlasan demi bangsa dan negara," imbuhnya.
Baca Juga:
Hutan Mangrove Aceh Singkil terancam Punah, Aktivis Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum Dewan
Padusi (wanita) Tuan Tapa, Kembangkan Tradisi menjadiInovasi
Terpanggil dari semangat itulah kemudian ia tuangkan dalam usaha Padusi Tapa, sebuah UMKM berbasis keterampilan olahan sereh wangi.
Usaha ini sebenarnya merupakan warisan keterampilan dari keluarga, namun melalui sentuhan kreativitas dan dukungan organisasi Persit, ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi.
Sejak tahun 2020, ia mulai memasarkan minyak sereh wangi agar komoditas lokal Aceh Selatan memiliki nilai tambah. Proses produksinya tetap mempertahankan cara tradisional sistem merebus 7 - 8 kilogram selama sekitar 12 jam, hingga menghasilkan minyak berkualitas.
Upaya yang diracik, tidakhanya berhenti pada satu produk, inovasi terus dilakukan. Kini Padusi Tapa menghadirkan berbagai varian, di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai berbahan sereh, sabun cuci piring sereh, roll-on sereh.
Produk-produk tersebut dikenal bukan hanya karena aromanya yang segar dan menenangkan, tetapi juga manfaat alaminya, seperti membantu mengusir nyamuk dan aman di tangan.
Potensi Brilian Menggerakkan Perekonomian Lingkungan
Usaha yang beralamat di Tapaktuan, Aceh Selatan, Provinsi Aceh ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok pelaku UMKM.
Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet Rp.4–5 juta. Produk Padusi Tapa juga telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan terus berproses menuju perizinan BPOM.
Pemasarannya masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit, mitra Kodim, instansi pemerintah, perbankan, serta media sosial.
Dikulik dari berbagai sumber,nama Padusi Tapa memiliki filosofi yang kuat. Dalam bahasa Aceh dan anak Jamee (Aceh-Padang), "Padusi" berarti perempuan. Nama ini terinspirasi dari legenda tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan, simbol kekuatan, keberanian, dan peran perempuan dalam kehidupan.
Bagi Sinar Hayani, nama ini adalah representasi para istri prajurit yang tetap berkarya, mandiri, dan produktif tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga.
Perempuan, Persit, dan Kemandirian
Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan, termasuk event Persit Bisa, menjadi bukti bahwa anggota Persit mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.
Perjalanan Ny.Sinar Hayani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, tradisi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika diolah dengan inovasi, perempuan memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan keluarga.
Dengan semangat yang terus menyala, ia berharap Padusi Tapa dapat menembus pasar yang lebih luas dan membawa nama Aceh Selatan dikenal melalui produk sereh wanginya.
Sosok Inspirasi Di Balik Pakaian Loreng Suami
Kisah Sinar Hayani adalah tentang kesetiaan, ketangguhan, dan kreativitas. Tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan peran sebagai istri prajurit, anggota organisasi, ibu, sekaligus pelaku UMKM yang memberdayakan lingkungan.
Dari Tapaktuan, ia membuktikan bahwa anggota Persit tidak hanya mendampingi tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan.
Istri TNI adalah bagian dari organisasi TNI yang terorganisir, memiliki peran penting mendukung tugas suamai serta terikat aturan kedinasan. Organisasi istri TNI dibedakan berdasarkan angkatan.||











