"Mengawali tugas, terdapat beberapa sarana dan prasarana yang belum memadai dalam mendukung proses pembelajaran. Ini akan kita perbaiki dan lengkapi secara berangsur-angsur untuk memenuhi kebutuhan anak didik dalam meningkatkan kualitas," kata Kepsek SMKN 1, Sabri, S.Pd.
KUTACANE | INFORakyat.CO – Hasil evaluasi kepemimpinan struktur pendidikan jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Aceh Tenggara, Dinas Pendidikan Aceh, telah muncul sinergi positif dalam meningkatkan kualitas anak didik.
Prinsip itu sesuai dengan semboyan kehidupan, beda nahkoda beda haluan. Peremajaan dan penyegaran akan muncul sistem dan pemikiran baru dalam memupuk kualitas dan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Aceh Tenggara, khususnya, di belahan nusantara pada umumnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kutacane, Sabri, S.Pd, masih menjabat selama seumur jagung atau kurang lebih 3 bulan. Namun nyali, spirit dan tekad perubahan mulai dibenahi serta diperjuangkan.
Ia mengatakan, langkah awal yang perlu diperhatikan secara umum adalah menghidupkan suasana sekolah yang nyaman, membenahi infrastruktur sehingga daya tarik siswa menjadi sugesti tersendiri.
"Pola belajar mengajar harus benar-benar diperhatikan dengan baik, optimal dan tidak terkendala. Kenyamanan dan profesionalisme guru adalah modal utama dalam mendidik generasi muda menuju kecerdasan. Hal ini menjadi kunci bagi saya dalam membenahi dunia pendidikan di SMKN I Kutacane," ujar Sabri kepada INFORakyat, Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga:
DPP KNTI: Perjuangan Panjang Nelayan untuk BBM, Menteri Koperasi RI Resmikan SPBUN di Aceh Selatan
Menurut dian selama ia dipercayakan menjadi kepala sekolah, terdapat beberapa sarana dan prasarana yang belum memadai dalam mendukung proses pembelajaran.
"Mengawali tugas, terdapat beberapa sarana dan prasarana yang belum memadai dalam mendukung proses pembelajaran. Ini akan kita perbaiki dan lengkapi secara berangsur-angsur untuk memenuhi kebutuhan anak didik dalam meningkatkan kualitas," beber Sabri, saat ditemui di ruang kerjanya.
Selain dari pembenahan infrastruktur sekolah, tambah Sabri, objek vital yang butuh diperbaiki adalah Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga pendidik, tujuannya agar bisa menciptakan generasi yang unggul dengan mempedomani kedisiplinan dan tata kelola pembelajaran.
"Pihak sekolah telah melakukan koordinasi dan memberi pelatihan bagi guru agar menguasai manajemen serta aplikasi di lapangan, bukan hanya teori belaka, sesungguhnya praktik lapangan harus lebih berkembang. SDM merupakan juru kunci dalam mencerdaskan anak bangsa," imbuh Sabri lagi.
Ia mengungkapkan bahwa SMKN 1 Kutacane merupakan sekolah favorit, mencetak siswa berdaya saing bisnis dan mandiri. Siswa-siswi ditempa pengetahuan untuk menguasai manajemen dan kemandirian agar tamat sekolah tidak menambah angka pengangguran.
"Saya optimis jika mengembangkan mutu sekolah dan tenaga kependidikan di sekolah SMKN 1 Kutacane lebih andal, maka alumni kelak, generasi muda lulusan sekolah ini bisa mencipta lapangan kerja sendiri sesuai dengan keahliannya yang dimiliki masing-masing, bukan malah menjadi pengangguran," sergahnya.
Tekad ini tentunya harus didukung dengan baik oleh semua pihak, termasuk orang tua siswa-siswi, para guru dan pemerintah daerah hingga nasional.
"Saya tidak mampu bekerja sendiri tanpa dukungan dan kolaborasi semua pihak, andil orang tua sangat menentukan. Jangan sampai melalak, apalagi terpengaruh dunia luar. Tingkatkan kerja keras, belajar dengan rajin dan mengasah kemampuan dalam merajut prestasi. Konteks ini seiring visi misi Gubernur Aceh dan presiden Prabowo," tutup Sabri. ||











