Pelaku Pengeroyokan Pemilik Hajatan Tewas di Purwakarta Jawa Barat, Sudah Teridentifikasi

author
Redaksi

05 Apr 2026 22:02 WIB

Pelaku Pengeroyokan Pemilik Hajatan Tewas di Purwakarta Jawa Barat, Sudah Teridentifikasi
Ilustrasi Aksi Pengeroyokan. Foto: JPNN/Net.
"Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan terhadap pemilik hajatan di Purwakarta, saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun.

BANDUNG | INFORakyat.co - Pemilik hajatan di Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah dikeroyok sekelompok preman saat menggelar pesta pernikahan anaknya, disebut-sebut pelaku minta jatah ratusan ribu.

Peristiwa tragis ini menimpa Dadang yang sedang menggelar acara pernikahan anaknya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu, 4 April 2026 kemarin malam.

Informasi dikutip dari lansiran yang diturunkan Detik.co, sejumlah pemuda datang ke lokasi hajatan dan membuat keributan yang berujung penganiayaan.

Insiden tersebut bermula dari aksi pemalakan yang berujung keributan hingga korban meninggal dunia. Polisi masih memburu para pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap secara terang kronologi kejadian.

"Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan terhadap almarhum Dadang, pemilik hajatan. Saat ini dalam pengejaran petugas kepolisian," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun, seperti dilansir detikJabar dan Detik.com, Minggu, 5 April 2026.

Menurut Saeful Uyun, polisi juga terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi dan melakukan visum serta autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Aparat berharap para pelaku dapat segera diamankan agar kasus ini segera terungkap seterang-terangnya," tegas Kasat Reskrim.

Diberitakan sebelumnya, diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, di Mapolsek Purwakarta, Sabtu, 4 April 2026 malam.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar, namun nyawanya tidak tertolong setelah mengalami pengeroyokan di lokasi hajatan.

Kronologis kejadian, bermula dari aksi pemalakan terhadap pemilik hajatan. Adik korban, Wahyudin, mengungkap pelaku datang dan meminta uang kepada keluarga yang sedang menggelar resepsi. "Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin.

Sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang lebih besar. Permintaan kedua sebesar Rp 500 ribu, ditolak oleh korban, kemudian memicu keributan di lokasi acara.

Penolakan tersebut berujung pada aksi kekerasan. Korban keluar dari tenda resepsi dan terjadi pengeroyokan di luar lokasi hajatan oleh sekelompok pelaku.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

"Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban. Dalam hal ini menyebabkan korban tidak sadarkan diri," kata AKP Enjang Sukandi.

Pihak kepolisian menyatakan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi, meskipun korban diketahui meninggal setelah mengalami pemukulan di lokasi kejadian. ||

Sumber: Detik.com/DetikJabar.

Tags terkait :

Editor : Sudirman Hamid

Kanal : News, Hukum, Kriminal, Daerah, Kepolisian, Pembunuhan, Peristiwa