“Kita sudah menanti dengan sabar, pada tanggal tiga kemarin warga bergotong royong memperbaiki jembatan darurat Wih Kanis,” ujar Aman Dea.
BENER MERIAH | INFORakyat.co – Sudah berbulan-bulan sejak diterjang bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu, jembatan di Wih Kanis Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah belum tersentuh penanganan serius oleh pemerintah.
Jembatan WIH Kanis, merupakan akses vital bagi 14 kampung (desa) di wilayah itu, nasibnya kini hanya ditopang jembatan darurat dari bambu rapuh, lapuk, dan sewaktu-waktu bisa ambruk. Bahkan dikhawatirkan menelan korban.
Di tengah puncak panen kopi, volume dan arus mobilisasi warga meningkat tajam. Petani dan pengangkut hasil kebun dari Mesidah hingga Kecamatan Bandar kabupaten setempat terpaksa melintas di jalur yang jauh dari kata aman alias "bertaruh nyawa".
Informasi dihimpun, papan lantai jembatan darurat Wih Kanis sudah banyak yang patah, tali pengikat mulai aus, dan struktur jembatan kian mengkhawatirkan.
Namun hingga hari ini, janji pemerintah untuk membangun jembatan darurat sebelum Lebaran tak lebih dari sekadar wacana. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai.
Menurut warga setempat yang enggan jati dirinya dipublikasi, material pun tak kunjung terlihat di lokasi. Seolah dibiarkan berjuang sendiri, yang pada akhirnya warga turun tangan di tengah gelombang duka yang tersisa.
Salah seorang wargam Aman Dea, turut berkomentar, katanya, warga setempat sudah berupaya memperbaiki jembatan dengan bergotong royong.
"Kita sudah menanti dengan sabar, pada tanggal tiga kemarin warga bergotong royong memperbaiki jembatan darurat Wih Kanis," ujar Aman Dea kepada INFORakyat.co, Senin, 6 April 2026.
Ia menyebutkan, dengan kemampuan terbatas, warga mengganti papan yang patah, memperkuat tali pengikat, dan menambal bagian jembatan yang rawan roboh.
Bukan hanya itu, bahkan jalan rabat beton di sekitar lokasi yang sebelumnya juga dibangun secara swadaya ikut diperbaiki dengan semen hasil urunan (patungan) secara sukarela.
Baca Juga:
Idul Adha 1447 H, Pemkab Bener Meriah Sembelih 28 ekor Hewan Qurban, total tembus 1000 ekor
"Tak ada bantuan resmi. Semua murni dari inisiatif warga dengan tulus dan ikhlas. Karena jalan alternatif dinilai berisiko dan rawan bahaya," imbuh Aman Dea.
Untuk memenuhi kebutuhan material, masyarakat membuka donasi. Kotak sumbangan diletakkan di sekitar jembatan agar pengguna jalan bisa ikut berpartisipasi.
"Dana yang terkumpul kami gunakan untuk membeli semen, tali, dan kebutuhan lainnya, namun tidaklah maksimal dalam koridor perbaikan," jelasnya.
Baca Juga:
Ada Anak Pejabat dan Selebgram Pekanbaru, 8 Pria dan 5 Gadis remaja Terjaring Razia Narkoba
Aman Dea menambahkan, dari berbagai sudut pandang kekecewaan warga semakin dalam. Warga menilai pemerintah terlalu lamban, bahkan terkesan abai terhadap kondisi yang sudah berlangsung sejak bencana berbulan-bulan lalu.
"Jika terus dibiarkan berlarut-larut, tidak tertutup kemungkinan akan timbul hal-hal yang memprihatinkan terhadap warga. Kami mohon tindak lanjut pemerintah untuk secepat melakukan penanggulangan," pungkasnya. ||





