Proyek Pengerukan ruas jalan di kepala jembatan di Aceh Selatan mengundang korban, sejumlah Pengendara terjatuh

author
Sudirman Hamid

Kemarin, Pukul 22:49 WIB

Proyek Pengerukan ruas jalan di kepala jembatan di Aceh Selatan mengundang korban, sejumlah Pengendara terjatuh
Kondisi ruas jalan yang dikeruk di kawasan Jembatan Puloe Ie, Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. Kamis (14/5/2026) malam. INFORakyat/Dok: Warga/Istimewa.
“Sudah beberapa hari ruas jalan di sejumlah kepala jembatan dan lokasi dikeruk, sebagian pengendara tidak mengetahui ada struktur diperbaiki, akibatnya terpaksa tekan rem mendadak. Banyak sepeda motor kehilangan kendali lalu terjatuh,” kata Budiman.

TAPAKTUAN | INFORakyat.CO – Proyek pekerjaan perbaikan atau perawatan infrastruktur jalan di sejumlah kepala jembatan dan lokasi di jalan nasional di wilayah Kabupaten Aceh Selatan dikeruk sejak beberapa hari.

Salah satunya di kawasan Jembatan Puloe Ie, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Pekerjaan ini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, setelah dikeruk belum kunjung diaspal kembali dan minimnya rambu-rambu pemberitahuan, sehingga memicu kecelakaan lalu lintas.

"Sudah beberapa hari ruas jalan di sejumlah kepala jembatan dan titik lokasi dikeruk, sebagian pengendara tidak mengetahui ada struktur diperbaiki, akibat terpaksa tekan rem mendadak. Banyak sepeda motor kehilangan kendali lalu terjatuh," kata Budiman kepada wartawan, Kamis, 14 Mei 2026 malam.

Kondisi itu dinilai sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur nasional, baik di kawasan Puloe Ie Kluet Utara maupun di kawasan lain. Terlebih di jalur lurus dan datar, pengendara biasanya memacu kendaraan dengan kecepatan sedang dan kencang.

Sumber lain, Indra, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku hampir setiap hari melihat pengendara terjatuh akibat lokasi proyek perbaikan jalan dikeruk, dan tanpa papan pemberitahuan, seperti di kepala jembatan Puloe Ie, Kluet Utara.

"Kalau malam hari lebih parah lagi, apalagi sedang hujan. Pengendara terjatuh diduga akibat mengerem mendadak, bahkan ada juga terjatuh karena terseyok atau terjebak pengerukan sedalam kurang lebih tiga inci. Pekerjaan pengerukan jelas-jelas berbahaya bagi keselamatan pengendara," ucap Indra lagi.

Menurut sumber, jika tidak segera ditangani dan diselesaikan pekerjaan secepatnya,  dikhawatirkan akan terus terjadi kecelakaan. Bisa jadi akan mengancam korban jiwa.

"Parahnya lagi, saat kondisi cuaca panas, di sejumlah lokasi yang dikerup menimbulkan kepungan debu yang mencemari udara. Persoalan ini bisa jadi kasus, jika terjadi kecelakaan pata pihak pelaksana pekerjaan bisa diminta pertanggungjawaban," celetuknya.

Amatan awak media, kondisi serupa juga terjadi diantaranya di kawasan Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja. Kawasan Air Berudang Tapaktuan, dan sejumlah lokasi lain di Aceh Selatan.

Salah seorang warga yang namanya diminta tidak ditulis menyebutkan, pekerjaan proyek perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan dinilai lemahnya pengawasan. Sehingga pihak pelaksana bisa membiarkan ruas jalan yang sudah dikeruk dibiarkan berhari-hari tidak diselesaikan kembali.

Ketentuan itu diatur dengan peraturan, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mewajibkan setiap pekerjaan di ruang jalan dilengkapi rambu sementara (pamflet pemberitahuan), alat pemberi isyarat lalu lintas, hingga pengamanan pengguna jalan.

Masyarakat mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh serta PPK 2.4 agar tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Pengawasan terhadap kontraktor pelaksana dinilai harus diperketat sebelum jatuh korban lebih banyak.

"Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk memasang rambu. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan keruk sana keruk sini, lalu ditinggalkan. Ingat, volume kendaraan lalu lalang terus meningkat, terlebih menjelang hari raya Idul Adha 1447 hijriah. Mohon selesaikan pekerjaan ruas jalan yang sudah dikeruk," kecam sumber. ||

Tags terkait :