Kasus Kematian Nenek Sedah di Aceh Singkil tahun 2025 Misterius, Mahasiswa desak Polisi mengungkap tuntas

author
Sahab Hadafi

1 Jam yang Lalu

Kasus Kematian Nenek Sedah di Aceh Singkil tahun 2025 Misterius, Mahasiswa desak Polisi mengungkap tuntas
Ketua Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Aceh Barat Alfa Salam. Dok pribadi sumber.
“‎Kami sangat menyayangkan peristiwa kematian almarhumah nenek Sedah (65), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, diduga dibunuh. Sampai saat ini belum terungkap motif atau kebenaran insiden itu,” ungkap Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Alfa Salam.

ACEH SINGKIL | INFORakyat.CO - Aktivisdari garis depan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Aceh Barat, Provinsi Aceh menyoroti kasus dugaan pembunuhan almarhumah nenek Sedah (65), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, pada 15 Maret 2025 lalu.

Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Aceh Barat Alfa Salam, menilai lambannya pengungkapan kasus dugaan pembunuhan nenek Sedah yang sudah berlalu setahun lebih. Hingga saat ini belum ada titik terang, terkait kebenaran dugaan pembunuhan dan siapa pelakunya.

"‎Kami sangat menyayangkan peristiwa kematian almarhumah nenek Sedah (65), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, diduga dibunuh. Sampai saat ini belum terungkap motif atau kebenaran insiden itu," ungkap Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Alfa Salam melalui keterangannya kepada Redaksi INFORakyat, Kamis, 14 Mei 2026.

Pihaknya juga menilai pengungkapan kasus tersebut juga lamban, buktinya peristiwa dugaan pembunuhan terjadi pada 15 Maret 2025, namun belum ada titik terang.

"Apakah kematian korban tersandung unsur kriminalitas atau meninggal dunia secara wajar. Polisi harus mengungkap kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi dan terjadi multitafsir di tengah-tengah masyarakat. Kita minta Polda Aceh segera turun tangan," tegas Alfa Salam.

Ia menilai masyarakat berhak menyampaikan aspirasi terkait dugaan yang mengarah pembunuhan,  terlebih dari pihak keluarga korban. Penjelasan terbuka dan keterangan akurat dari penegak hukum sangat dibutuhkan untuk memastikan proses hukum berjalan maksimal.

"Jangan sampai masyarakat menilai aparat tidak serius atau bahkan gagal dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. Kepolisian harus hadir memberi rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat. Setidaknya, menyampaikan keterangan remi terkait kematianan nenek Sedah yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar," pungkas Alfa Salam.

Para mahasiswa dan masyarakat luas mengetahui dan memahami jika jajaran Kepolisian Polres Aceh Singkil telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Namun hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik kepolisian, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka maupun pengungkapan motif secara resmi kepada publik, termasuk unsur kriminalisasi atau kematian wajar," tutup Alfa Salam.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapat konfirmasi terkait kelanjutan proses penyelidikan kematian nenek Sedah dari jajaran Polres Aceh Singkil. Media ini tetap menunggu keterangan resmi, sehingga duduk persoalannya terang benderang.||

Tags terkait :