“Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi siswa-siswi, Bimbingan Remaja Usia Sekolah sangat diperlukan agar dipahami pergaulan sehat dan bahaya pernikahan dini,” Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis, S.Pd.
TAPAKTUAN | INFORakyat.CO – Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kluet Utara berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Tahun 2026 di SMA Negeri 2 Kluet Utara, Rabu, 13 Mei 2026.
Prosesi pembekalan (bimbingan) BRUS 2026 bagi siswa-siswi MAN 2 Kluet Utara, dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Aceh Selatan, Aljabar Fauzi, Kepala KUA Kluet Utara, Donni, A.Ag, Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis dan dewan guru.
Tampil selaku pemateri BRUS 2026 diantaranya Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Aceh Selatan, Aljabar Fauzi, KUA Kluet Utara Donni, S.Ag, dan Muhammad Nasir, S.Pdi, yang telah mengantongi sertifikat tentang pemahaman bimbingan dari Kemenag Republik Indonesia.
Informasi dihimpun, program BRUS merupakan salah satu upaya pembinaan dan edukasi kepada generasi muda usia sekolah agar memiliki pemahaman terhadap pergaulan sehari-hari di era digitalisasi dan modernisasi berselancar di ruang jagat raya serta tantangan globalisasi.

Baca Juga:
Ironis !! Efisiensi Anggaran gencar, sebaliknya BBA anggarkan Pengadaan Mobil baru Rp.17,8 M
Meminimalisir perangkap menyalahi norma pergaulan, siswa-siswi MAN 2 Kluet Utara, Aceh Selatan digembleng berbagai materi edukatif, di antaranya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, etika pergaulan, pencegahan bullying, kesehatan mental remaja, penggunaan media sosial dengan bijak, serta upaya mencegah pernikahan dini.
Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis, S.Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan BRUS yang dinilai sangat bermanfaat bagi para peserta didik pada era digitalisasi dan penggunaan media sosial yang bijak.
"Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi siswa-siswi, Bimbingan Remaja Usia Sekolah sangat diperlukan agar dipahami pergaulan sehat, penyalahgunaan narkoba, etika penggunaan Medsos serta bahaya pernikahan dini,"Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis, S.Pd.
Proses bimbingan dan sosialisasi berjalan lancar, seluruh peserta mengikuti dengan serius setiap materi yang disajikan narasumber. Banyak hal yang dapat dipetik dari pembekahal yang disampaikan.
Semoga kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang lebih baik, disiplin, dan berakhlak mulia, terutama menghindari compang campingnya pergaulan remaja.
Baca Juga:
Diduga Gelapkan Hak Buruh, Aliansi PPA dan TIPAN-RI akan Demo PT Nafasindo di Aceh Singkil
Salah seorang siswi mengakui bahwa rangkaian materi yang disuguhkan menjadi pengingat dan sandaran dalam menjaga diri sendiri dalam menghadapi tantangan zaman yang kian komplet, terlebih trendingnya informasi dunia maya yang dinilai tidak memiliki sekat jika tidak telaten dilakukan filter dan pemilahan.
"Kami merasa mendapat tambahan pengetahuan dan pemahaman dalam sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah. Kedepan, siswa-siswi lebih waspada dalam menyikapi pernikahan dini, etika pergaulan dan tidak tercebur di pusaran narkoba, serta kewaspadaan menggunakan Medsos," papar salah seorang siswi MAN 2 Kluet Utara. ||











