“Nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan Aceh tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Justru semangat itu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat pendidikan politik, dan menjaga persatuan masyarakat,” ujar Ketua Panitia Hasbuna Habiebie.
KOTA JANTHO | INFORakyat.co - Himpunan Mahasiswa Politik Universitas Syiah Kuala (Himapol USK) Banda Aceh bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Kabupaten Aceh Besar melaksanakan pengabdian masyarakat melalui revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan nasional, Teuku Panglima Polem IX di di kompleks makam sang pahlawan di Gampong Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kota Jantho, Rabu, 03 Juni 2026.
Kegiatan revitalisasi nilai-nilai Kepahlawanan Tuanku Panglima Polem IX sebagai Media Komunikasi dan Pendidikan Politik Masyarakat, dirangkai pendidikan politik, bakti sosial, penanaman pohon, zikir dan doa bersama serta santunan anak.
Diperkirakan sebanyak 150 peserta hadir untuk memeriahkan prosesi kegiatan, bersulam semangat kekompakan, gotong royong dan dalam meningkatkan sumber daya manusia berlevel nasional.
Ketua Panitia Hasbuna Habiebie mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, keberanian, dan pengorbanan yang diwariskan sang PahlawanTuanku Panglima Polem IX kepada generasi muda Aceh.
"Nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan Aceh tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Justru semangat itu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat pendidikan politik, dan menjaga persatuan masyarakat," ujar Ketua Panitia Hasbuna Habiebie.
Baca Juga:
Baital Mukadis ditunjuk sebagai Plt PMI Aceh Selatan, diberi Jadwal 60 hari gelar Musyawarah
Menurut Hasbuna Habiebie, kegiatan dirangkum pendidikan politik yang disampaikan akademisi dari Program Studi Ilmu Politik USK.
Materi mensosialisasikan serta menitikberatkan pada pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi serta penguatan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai lokal dan sejarah perjuangan Aceh.
Bhakti sosial juga dirajut dengan membersihkan area kompleks makam Pahlawan Nasional Tuanku Panglima Polem IX dan lingkungan sekitarnya. Penanaman sejumlah pohon sebagai simbol keberlanjutan perjuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tidak hanya itu, suasana khidmat menggema ketika dzikir, tahlil, dan doa bersama digelar di kawasan makam.
"Doa dipanjatkan untuk mengenang jasa dan perjuangan Tuanku Panglima Polem IX yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan Negara, juga ditujukan kepada para syuhada dari keluarga kombatan GAM yang gugur selama konflik Aceh," papar Hasbuna Habiebie.
Baca Juga:
Bupati Bener Meriah Tandatangani MoU dengan IAIN Takengon, perkuat Pendidikan dan Pengembangan
Wujud kepedulian sosial, Himapol USK dan DPW JASA Aceh Besar turut menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim-piatu dari keluarga besar JASA Aceh Besar.

Ketua Umum DPW JASA Aceh Besar, Raissul Akram Marzuki, menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus terus dirawat melalui kegiatan yang memberi manfaat nyata dan objektif bagi masyarakat.
"Revitalisasi nilai kepahlawanan tidak hanya dilakukan dengan mengenang sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, pendidikan, dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat Aceh di era kekinian," imbuh Raissul Akram.
Sesuai keterangan yang dikirimkan kepada Redaksi INFORakyat.co, kegiatan yang berlangsung indah, sukses dan lancar itu turut dihadiri Ketua Commando Independen Aceh Besar Bustamam, Ketua Umum Ketua Program Studi Ilmu Politik USK Novita Sari, S.IP., M.IP.
Juga tampak hadir Sekretaris Mukim Cot Glie Bukhari, Keuchik Gampong Lamsie Muthasir, Sekretaris Desa Ikhwani, Imam Masjid Tgk Kamaruddin, Kepala SD Negeri Cot Glie Muharir, tokoh KPA Aceh Besar Bustami, dosen dan tenaga kependidikan serta pihak berkompeten lainnya.
Kegiatan ditutup dengan kenduri kuah beulangong yang diikuti seluruh peserta dan masyarakat setempat sebagai simbol kebudayaan daerah setempat, yang tidak lapuk karena hujan dan tidak lekang karena panas. ||














