Ruas Jalan antar desa Semak Belukar dan Gelap gulita, AMPAS Desak Pemkab Aceh Singkil Membenahi

author
Sahab Hadafi

Kemarin, Pukul 21:00 WIB

Ruas Jalan antar desa Semak Belukar dan Gelap gulita, AMPAS Desak Pemkab Aceh Singkil Membenahi
Ketua AMPAS Aceh Singkil, Aceh, Syahrul Manik. INFORakyat/Dok: Pribadi.
“Pada malam hari jalur itu berubah menjadi kawasan gelap gulita dan dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Demi kenyamanan dan keamanan, kami mohon pemerintah daerah membenahi,” kata Syahrul Manik.

ACEH SINGKIL | INFORakyat.co –Ruas jalan menuju kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS)melintasi Desa Teluk Ambun, Takal Pasir hingga Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Singkil, kondisinya memprihatinkan, maham hari gelap gulita dan dipenuhi semak belukar.

Atas kondisi itu, Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) mendesak Pemerintah daerahmengambil langkah nyata untuk menangani kondisi ruas jalan menuju kawasan DAS yang melintasi Desa Teluk Ambun, Takal Pasir hingga Siti Ambia.

Ketua AMPAS, Syahrul Manik, menilai kondisi jalan tersebut semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan, bahkan rawan kejahatan.

Menurut Syahrul, ruas jalan itu dipenuhi semak belukar di sisi kiri dan kanan badan jalan, sehingga menutupi pandangan pengendara, terutama pada malam hari.

Pada ruas jalan tersebut ada dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), tetapi tidak berfungsi, atau dalam keadaan rusak. Sejak banyak PJU yang tidak menyala, mengakibatkan ruas jalan ini seperti berjalan di hutan belantara.

"Pada malam hari jalur itu berubah menjadi kawasan gelap gulita dan dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Demi kenyamanan dan keamanan, kami mohon pemerintah daerah membenahi," kata Syahrul Manik kepada INFORakyat, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan tersebut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

"Ini bukan persoalan sepele. Jalan itu merupakan akses vital masyarakat yang setiap hari digunakan pelajar, pekerja, petani, dan masyarakat umum. Kami mohon pemerintah daerah tidak membiarkan kondisi itu berlarut-larut," ucapnya.

AMPAS menilai minimnya perawatan rutin dan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas jalan menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Syahrul menyebut, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, potensi kecelakaan lalu lintas akan semakin tinggi, terutama saat musim hujan dan malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas.

"Kami tidak ingin pemerintah hanya bergerak setelah muncul korban jiwa. Jangan tunggu masyarakat celaka baru sibuk turun ke lapangan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Selain meminta pembersihan semak dan perbaikan lampu PJU, AMPAS juga mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

AMPAS menilai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah.

Mereka juga meminta DPRK Aceh Singkil menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja dinas terkait agar persoalan penerangan jalan dan pemeliharaan akses publik tidak terus diabaikan.

"Pemerintah jangan hanya fokus pada seremoni dan pencitraan semata, sementara persoalan dasar masyarakat seperti akses jalan aman dan layak justru terbengkalai. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada slogan-slogan tanpa realisasi," tutup Syahrul Manik.||

Tags terkait :