Kebudayan Gayo: Adat Bemunge Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue SDN 9 Lut Tawar Takengon

author
Iko Prananda

Kemarin, Pukul 23:10 WIB

Kebudayan Gayo: Adat Bemunge Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue SDN 9 Lut Tawar Takengon
Pakaian Adat Gayo. Foto: Net/Istimewa.
“Tidak lapuk karena hujan dan tidak lekang karena panas. Prosesi adat Bemunge Menulaken Murid Ari Tengku Guruku Urang Tue Warnai Tahun ajaran baru di SD 9 Lut Tawar Tangekon”

TAKENGON | INFORakyat.co – Pelestarian Budaya sagat melekat bagi masyarakat di Dataran Tinggi Gayo, menyambut tahun ajaran baru di Sekolah Dasar (SD) Negeri 9 Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah diwarnai proses adatBemunge Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue(tradisi sakral penyerahan murid dari orang tua kepada guru- arti bahasa Gayo).

Dihimpun dari berbagai sumber, adatBemunge Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue ini, bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan memohon doa restu dalam menempuh bagi anak didik dalam menimpa pendidikan pada tahun ajaran baru SDN 9 Lut Tawar, Aceh Tengah, Selasa, 19 Mei 2026.

Dikutip lansiran Kopimda Aceh Tengah, prosesi tepung tawar dibacakan dalam bahasa Gayo disaksikan langsung oleh seluruh wali murid sebagai bentuk penghormatan kepada guru serta awal tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak.

Acara berlangsung khidmat, haru dan penuh keseriusan. Rangkaian kegiatan juga dilaksanakan pengkhataman Al-Qur'an oleh para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter religius generasi muda.

Tradisi adat ini menjadi wujud nyata dalam melestarikan nilai-nilai budaya Gayo yang dipadukan dengan ajaran agama dan semangat pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan bahwa prosesi adat ini merupakan kegiatan yang sakral dan harus terus dijaga keberlangsungannya sepanjang masa hingga anak cucu kelak.

 "Ini kegiatan sakral, sangat baik acara ini. Prosesi adat yang dilaksanakan tadi cukup bagus dan indah. Ada senyum, ada bahagia, bahkan ada yang meneteskan air mata," tutur Haili Yoga.

Menurutnya, prosesi adat penyerahan murid memiliki makna mendalam karena menjadi simbol kepercayaan orang tua kepada guru dalam mendidik anak-anak hingga selesai menempuh pendidikan.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan para siswa yang sebelumnya belum memahami apa-apa, namun kini telah mampu menghafal hingga tiga juz Al-Qur"an.

"Siapa pun yang menjaga adatnya pasti akan sukses dan berhasil. Adat adalah nilai-nilai luhur yang mengajarkan murid untuk menghormati guru dan berbakti kepada orang tua," tambahnya.

Haili Yoga berharap prosesi adat seperti ini dapat terus dilaksanakan di seluruh sekolah di Kabupaten Aceh Tengah, baik di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama, sebagai bagian dari penguatan karakter dan pelestarian budaya daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid atas kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak didik.

"Anak-anakku, cita-citamu harus tinggi. Mau jadi bupati, dokter, dan profesi lainnya, semua bisa diraih dengan belajar dan doa," tandas bupati Haili Yoga.

Rentetan acara turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, S.SIT, Kepala Sekretariat MPD, Kepala Sekretariat MAG, kepala sekolah beserta dewan guru, komite sekolah, wali murid, serta seluruh siswa-siswi SD Negeri 9 Lut Tawar. ||

Tags terkait :