"Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah meliput dan memberitakan kegiatan peresmian rumah singgah ini. Sinergi media sangat dibutuhkan untuk gerakan sosial kemanusiaan," ujar Ujang Kasim.
TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Keberadaan danperesmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dan peluncuran Program Layanan Titip Kursi Roda di Kabupaten Aceh Selatan mendapat perhatian publik dan apresiasi dari jajaran Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesian berkat publikasi media.
Pembina BFLF Indonesia, Kasmarijal atau yang akrab disapa Ujang Kasim, menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang telah berperan dalam menyebarluaskan informasi terkait kegiatan sosial tersebut kepada masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah meliput dan memberitakan kegiatan peresmian rumah singgah ini. Sinergi media sangat dibutuhkan untuk gerakan sosial kemanusiaan," ujar Ujang Kasim melalui keteranganya, Jumat, 19 Juni 2026.
Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dibangun sebagai bentuk penghormatan dan amal jariyah atas nama almarhum H. Muhammad Kasim bin Chairuman.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang menjalani pengobatan di Aceh Selatan maupun daerah sekitarnya.
Baca Juga:
Tuai seabrek prestasi, Sekda Aceh Dulang Anugerah SMSI sebagai Tokoh Inspiratif Nasional 2026
Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Oktaviano, S.STP, menjelaskan bahwa Program Titip Kursi Roda merupakan layanan peminjaman kursi roda secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setiap kursi roda yang dipinjamkan didata dan diberi nomor identifikasi sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Keberadaan rumah singgah di Aceh Selatan dinilai strategis karena dapat membantu pasien dari Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Barat Daya (Abdya), Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan sejumlah daerah lainnya yang menjalani pengobatan di wilayah barat selatan Aceh.
Selain menyediakan rumah singgah, BFLF juga menghadirkan layanan ambulans dan berbagai bantuan sosial lainnya dengan mengusung semangat pelayanan kemanusiaan.
"Kami memiliki tagline memuliakan dan membahagiakan. Orang yang sedang sakit harus kita muliakan dan bahagiakan agar proses penyembuhannya menjadi lebih baik," ujarnya.||







