Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Aceh Selatan, Fasilitas Bantuan bagi Pasien Berobat di Banda Aceh

author
Sudirman Hamid

30 Apr 2026 18:16 WIB

Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Aceh Selatan, Fasilitas Bantuan bagi Pasien Berobat di Banda Aceh
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, saat peresmian penggunaan Rumah Singgah Griya Tuan Tapa di Beurawe, Banda Aceh. INFORakyat/Dok: Istimewa. Net.
“Kadang-kadang hal kecil tetapi membawa manfaat yang luar biasa bagi masyarakat sering terlupakan, penyediaan rumah singgah Griya Tuan Tapa Aceh Selatan di Banda Aceh sangat berarti bagi masyarakat dan pasien yang berobat. Ini bukti nyata dalam membantu warga,” kata koordinator, Adi Multa.

TAPAKTUAN | INFORakyat.CO – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos di awal masa tugas pasca dilantik Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, menghadirkan rumah singgah "Griya Tuan Tapa" di Banda Aceh bertujuan meringankan beban masyarakat yang berobat di jantung ibukota provinsi Aceh.

Rumah singgah Griya Tuan Tapa di Banda Aceh, menampung senantara bagi pasien yang akan menjalani perawatan atau sarana istirahat setelah berobat di berbagai rumah sakit di ibu kota provinsi.

Sebelumnya, warga yang berobat harus bersusah payah mencari tempat singgah sementara, bahkan harus menginap di penginapan atau ditempat sanak famili yang belum tentu mampu menampung warga yang datang berobat.

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M. Sos dan Wakil Bupati H. Baital Mukadis, SE, menaruh perhatian untuk menyediakan rumah singgah bagi warga atau pasien yang membutuhkan.

Rumah singgah Griya Tuan Tapa di kawasan Beurawe, Banda Aceh ini mulai beroperasi pada 1 Agustus 2025. Sejak itu pula, fasilitas yang diprakarsai H. Mirwan MS dan H. Baital Mukadis, sudah banyak dimanfaat masyarakat.

Kehadiran rumah singgah dilengkapi sembilan kamar, dan dibekali fasilitas tempat tidur dan kipas angin. Ada pendingin udara di ruang bersama, kursi roda, serta layanan petugas yang siap membantu kebutuhan warga secara santun dan humanis.

Bukan sekedar itu, bagi warga yang berobat dan beristirahat di Griya Tuan Tapa mendapatkan bahan makanan hingga layanan transportasi kendaraan roda dua dan roda empat secara gratis.

"Sungguh suatu prinsip mulia dan memberi manfaat yang tidak kepalan bagi kami yang datang berobat. Jika memilih menumpang di rumah sanak famili, belum tentu mendapat fasilitas dan potensi bantuan seperti disediakan di rumah singgah Griya Tuan Tapa," ungkap salah seorang warga yang pernah bermalam selama dua hari di fasilitas rakyat tersebut, Kamis, 30 April 2026.

Sumber yang namanya tidak mau dipublikasi itu menyebutkan, "bagi orang kaya dan memiliki uang boleh-boleh saja tidak memanfaatkan rumah singgah, tetapi bagi orang seperti kami justru sangat beruntung dan benar-benar tertolong. Terima kasih bapak bupati Mirwan," imbuhnya.

Koordinator rumah singgah, Adi Multa, mengatakan kebutuhan hunian tidak hanya muncul saat awal pengobatan, tetapi juga ketika pasien harus kembali untuk kontrol lanjutan.

"Inilah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan warga Aceh Selatan tidak merasa sendirian dalam menghadapi sakit dan ketika berobat. Pemerintah daerah hadir mendampingi setiap kesusahan dan keluhan," ujar Adi Multa dikutip dari lansiran mediaRabu, 29 April 2026.

Ia mengaku, sejumlah masyarakat mengapresiasi kehadiran fasilitas ini, pasalnya rumah singgah mampu memberi pertolongan dan bantuan saat berada di kota besar seperti Banda Aceh.

Selain bantuan moril, masyarakat juga merasa ringan di sektor perekonomian. "Ya, kalau di Banda Aceh ini semua urusan harus mengeluarkan cuan. Sangat tepat dan benar-benar menyentuh kebutuhan umat terhadap penyediaan rumah singgah oleh pemerintah Aceh Selatan, tandasnya. ||

Tags terkait :