“Korban mengalami musibah, akibat perahu bermaterial drum yang digunakan untuk menyeberangi Tandan buah segar kelapa sawit milik warga karam. Sampai saat ini, nasib Syarkani masih misterius, warga terus berjibaku melakukan upaya pencarian,” papar Camat Bakongan, Muhammad Yusud, SIP.
TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Nasib dialami, Syarkani (38), penduduk Gampong (Desa) Ujung Padang, Kecamatan Bakongan Kanupaten Aceh Selatan, buruh mencari nafkah sebagai jasa penyeberangan Tandan buah Segar (TBS) Kelapa Sawit itu diduga tenggelam terseret arus sungai Bokongan akibat perahu yang terbuat dari drum tenggelam, Kamsi, 21 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB sore tadi.
Camat Bakongan, Muhammad Yusuf, S.IP yang dikofirmasi lanjutan
menyebutkan korban belum ditemukan sampai pukul 23.30 WIB malam ini.
"Korban belum ditemukan bang, kondisi pencarian terkendala kondisi
gelapnya malam. Sejak dikabarkan tenggelam saat memnyeberangi buah sawit, warga
dan pihak keluarga terus melakukan penvcarian. Namun kondisi Syarkani belum
diketahui nasibnya," jelas camat saat di hubungi INFORakyat. malam ini.
Muhammad Yusuf menyebutkan, upaya pencarian kurang maksimal, sebabkan
suasana malam yang gelap, dan medan di lokasi juga sulit dilakukan penyisiran.
Namun, hingga menjelang tengah malam masyarakat masih tetap berusaha.
"Saya juga berada di lokasi sejak persitiwa terjadi, bahkan sempat habis
energi perangkap telepon genggam karena kental berkoordinasi," ulas camat.
Sesuai laporan Keuchik, korban merupakan buruh penggangkut atau
penyeberang kepala sawit dari areal perkebunan menuju kaeawan penduduk.
Transporatasi yang bisa dilalui menggunakan perahu termuat dari drum.
"Saat beraktivitas, perahu/sampan tradisional sebagai sarana penyambung
hidup karbam, tiba-tiba itu karan terseret
arus, Korban diduga ikut tenggelan terseret arus sungai. Kondisi ini sesuai
keterangan dari dilaporkan perangkat dersa," beber camat.
Ia berharap, pencarian maksimal dapat dierahkan besok pagi dengan
melibatkan tim pencari atau regu pertolongan. "Hingga larut malam. Warga bersama
tim dari BPBD dibatu TNI-Polri dan perangkat gampong masih bertahan di lokasi
kejadian," beber Muhammad Yusuf.
Diberitankan sebelumnya, Syarkani (38), warga Gampong (desa)
Ujung Padang Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan, Aceh mengalami musibah
tenggelam di sungai Bakongan tepatnya di depan Air Bersih, sore tadi, Kamis, 21
Mei 2026.
Warga
setempat, Bustami membenarkan peristiwa warga tenggelam. "Benar bang,
tenggelam tadi sore sekitar pukul 16.30 WIB. Upaya pencarian terus dilakukan
sampai malam ini," papar Bustami melalui sambungan handphone.
Ia
menyebutkan, warga setempat dibatu TNI-Polri dan berbagai pihak masih melakukan
pencarian di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, korban Syarkani belum
ditemukan.
"Sampai
saat ini masih dilakukan pencarian, korban tenggelam belum ditemukan,"
kata Bustami.
Ia
menambahkan, warga setempat berharap, upaya pencarian harus melibatkan Tim
Penyelam untuk menyisir lokasi di Sungai Bakongan.
Baca Juga:
Perkuat Kemandirian Fiskal, Pemkab Aceh Selatan Optimalisasi PAD sebagai modal dasar Pembangunan
"Kami mohon bantuan secepatnya kepada Tim SAR, BPBD dan komponen terkait untuk membantu pencarian," tandasnya seraya memberitahu bahwa personel BPBD sudah tiba di lokasi musibah.||














