“Meluapnya sungai Tripe dan Agusan mengakibatkan lahan persawahan hancur, ruas jalan putus, warga diguncang kepanikan di tengah-tengah upaya ketahan pangan berskala nasional,” ujar Selamat.
GAYO LUES, inforakyat.co - Akibat hujan deras yang melanda pegunungan Leuser Kabupaten Gayo Lues, dua Sungai besar di kabupaten tersebut meradang, luapannya menghancurkan lahan persawahan dan menghantam ruas jalan.
Diketahui, Sungai Agusan Melup pada Jumat, 16 Agustus 2025 lalu, mukanya menghantam Tebing Sawah, Perkebunan dan perumahan Penduduk.
Sementara pada Minggu 17 Agustus 2025, Sungai Tripe juga meluap dan merusak, lahan persawahan serta mengancam pemukiman penduduk yang berada di bantaran aliransungai Tripe.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
Informasi dihimpun inforakyat.co, di desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, kekuatan air sungai Tripemerobohkan tanggul penahan banjir sebagai benteng permukiman penduduk.
Sementara itu di desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, luapan sungai tripe meluap sehingga arus menggerus bantaran sungai dekat rumah warga.
Selanjutnya, di desa Uyem Beriring, sungai tripe menghantam persawahan masyarakat porak poranda. Selain Desa Uyem Beriring, peristiwa serupa juga terjadi lahan persawahan desa Pulo Gelime serta merusak badan jalan akibat jebolnya tanggul penahan tebing ruas jalan rute Pasir - Rerebe.
Warga Tripe Jaya, Selamat sangat berharap agar Bupati Gayo Lues segera turun meninjau lokasi musibah, serta segera membangun Tanggul penahan banjir. Jika tidak, maka dikhawatirkan masyarakat tidak bisa beraktivitas terlebih lahan persawahan mengalami kerusakan.
"Meluapnya sungai Tripe dan Agusan mengakibatkan lahan persawahan hancur, ruas jalan putus, warga diguncang kepanikan di tengah-tengah upaya ketahan pangan berskala nasional," ujar Selamat kepada media ini, Rabu (20/8/2025).
Baca Juga:
Ada apa!! Sejumlah Kepsek SMA dan SMK di Aceh Tenggara diduga Dipanggil Penyidik Polda Aceh
Menurut Selamat, bila dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius, sangat dikhawatirkan kerusakan akan lebih parah lagi, bahkan kawasan penduduk akan menimpa bencana.
"Saat ini pemerintah daerah hingga nasional sedang melakukan penguatan ketahanan pangan, apa jadinya jika areal persawahan hancur akibat luapan banjir kedua sungai. Kami berharap pemerintah daerah dan provinsi Aceh cepat bertindak, setidaknya dilakukan penanganan darurat," celetuk Selamat.
Baca Juga:
Bupati Oyon Kagum, Atlet Aceh Singkil Boyong 5 Medali Cabang Pencak Silat di Pra-PORA 2026 Simeulue
Pejabat pelaksana tugas (PLT) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues Chairuddin Kasiman ST yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan Tim untuk menginvestigasi kerusakan yang terjadi akibat banjir dua sungai (Tripe dan Agusan-red).
Menurut Plt Kalak BPBD itu, untuk pembangunan bronjong dan tanggul penahan tebing sungai, pihaknya akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
"Kondisinya kerusakan sangat berat dan parah, berharap tindakan dari daerah jelas-jelas tidak memiliki kemampuan untuk menormalisasi sungai Tripedan membangun konstruksi pengaman tebing, Hal ini disebabkan minimnya keuangan daerah. Solusinya, butuh perhatian dan kepedulian pemerintah Aceh dan BNPB Pusat," tutup Chairuddin Kasiman. ||





