“Kuat dugaan longsor terjadi disebabkan hujan di wilayah kabupaten Gayo Lues dengan intensitas tinggi sepekan terakhir, sehingga beberapa titik di kawasan rawan longsor diperkirakan akan tertimbun jika hujan masih lebat," ungkap Adrian.
GAYO LUES | INFORakyat.co - Ruas jalan nasional antar provinsi di Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh sebagai jalur penghubung Medan, Sumatera Utara tertimbun longsor.
Akibat peristiwa itu antrian panjang kendaraan tidak dapat terelakan diperkirakan mencapai 3 kilometer dari dua arah. Selain lintasan rute Gayo Lues menuju Medan, jalur itu juga merupakan akses satu-satu dari wilayah menuju Aceh Tengah dan ke pusat provinsi Aceh di Banda Aceh.
Sejak ketiban longsor, sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi material longsor agar akses jalan dapat dilalui kendaraan yang melintas.
Baca Juga:
Pelayanan Transportasi dan Keselamatan, Dishub Simeulue Cetuskan 5 Program Prioritas Berkelanjutan
Salah seorang pengendara yang ingin melintas, Adrian mengaku sudah menunggu berjam-jam dan terpaksa antrian panjang. Sementara alat berat terus bekerja membebaskan ruas jalan yang tertutup longsor.
"Kuat dugaan longsor terjadi disebabkan hujan di wilayah kabupaten Gayo Lues dengan intensitas tinggi sepekan terakhir, sehingga beberapa titik di kawasan rawan longsor diperkirakan akan tertimbun jika hujan masih lebat," ungkap Adrian kepada INFORakyat.co, Senin, 06 Juli 2026.
Menurut keterangan sumber, rute yang dilalui selama ini sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Faktornya akibat tidak ada lagi lampu penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas pasca bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu, akibatnya saat malam hari kondisi gelap gulita.
"Ketika malam hari, kondisi ruas jalan di kawasan ini gelap gulita, termasuk rambu-rambu lalu lintas sudah hilang pasca bencana banjir tanah longsor. Sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas," ucap Adrin
Selama kurun waktu kurang lebih 8 bulan setelah bencana alam, ruas jalan di daerah ini sering terjadi lakalantas bahkan korban jiwa. Rata-rata korban terjebak pandangan gelap dan terbatasnya rambu-rambu lalu lintas.
Untuk menghindari bahaya dan kecelakaan, sebaiknya pemerintah kembali memasang lampu penerang jalan umum, serta memasang rambu-rambu lalu lintas di tempat-tempat rawan bahaya.
"Minimnya penerangan lampu jalan umum dan rambu-rambu lalu lintas bisa memicu lakalantas saat malam hari dan hujan lebat. Ini jalan nasional yang tergolong padat arus transportasi," tutup Adrian. ||






