Tradisi Melenggang Ke Inovasi, Persit Kartika Tuan Tapa Kembangkan Produk Sereh Wangi Aceh Selatan

author
Sudirman Hamid

09 Apr 2026 12:31 WIB

Tradisi Melenggang Ke Inovasi, Persit Kartika Tuan Tapa Kembangkan Produk Sereh Wangi Aceh Selatan
Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, Aceh, pegiat Sereh Wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan, Kamis (9/4/2026). INFORakyat.co/Dok. Kodim.
“Aceh Selatan yang kaya akan hasil bumi, melalui keuletan Padusi (wanita) Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun 2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal di seluruh penjuru”

TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Kabupaten Aceh Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat itu, kini semangkin dikenal di pasaran.

Informasi diperoleh, Kamis 9 April 2026, berbeda dengan sereh dapur, sereh wangi memiliki bonggol lebih besar, berwarna merah muda, serta aroma yang jauh lebih kuat sehingga sangat potensial diolah menjadi minyak atsiri.

Melihat potensi emas, peluang tersebut digunakan Ny. Sinar Hayani yang merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun 2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat.

Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut. Tradisi berselancar menjadi inovasi yang menggugah perhatian dunia.

Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional. Sekitar 7–8 kilogram sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan endapan minyak, lalu didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air.

Seiring berkembangnya usaha UMKM ini dapat menghadirkan berbagai produk antara lain minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi dengan berbagai varian, cairan pembersih lantai , hingga sabun cuci piring yang berbasis bahan sereh. Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan dan banyak diminati semua kalangan.

Informasi dihimpun, sementara lilin dan sabun aromaterapi lebih digemari generasi muda karena aromanya menenangkan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk pembersih lantai sereh juga menarik perhatian konsumen karena mampu membersihkan sekaligus membantu mencegahnyamuk masuk ke dalam rumah.

Adapun sabun cuci piring sereh dikenal efektif menghilangkan noda minyak, lembut di tangan, serta memberikan aroma segar.

Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, Aceh, pegiat Sereh Wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan, Kamis (9/4/2026). INFORakyat.co/Dok. Kodim.

Sebagai bentuk inovasi, Padusi (dialek Bahasa Jamee, Padang) kreatif Tuan Tapa juga meluncurkan produk terbaru berupa roll-on sereh yang dikembangkan dari masukan pelanggan setia.

Untuk pemasaran, produk ini masih banyak beredar di lingkungan Persit serta mitra Kodim 0107/Aceh Selatan, termasuk BSI Cabang Tapaktuan dan pemerintah daerah. Promosi juga dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi Persit.

Dari sisi legalitas, produk UMKM ini telah mengantongi izin P-IRT sejak tahun 2023. Saat ini, pengelola masih berupaya mengurus izin BPOM meski terkendala keterbatasan fasilitas produksi.

UMKM ini melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha. Keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan lingkungan sekitar.

Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny. Tri Joko Hadi Susilo turut berperan dan mendukung keberlangsungan usaha tersebut.

Perkembangan usaha ini terbilang positif. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp.4 juta hingga Rp.5 juta.

Lebih dari sekadar usaha, Padusi Tapa menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Dengan inovasi yang terus dilakukan, UMKM ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Pada event "Persit Bisa" tahun ini, UMKM Padusi Tapa tampil dengan wajah baru melalui penguatan kemasan dan identitas merek. Nama "Padusi Tapa", yang berarti perempuan, diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan, mencerminkan semangat dan peran aktif para istri prajurit dalam berkarya serta mendampingi keluarga.

Event "Persit Bisa" merupakan program pemberdayaan kreatif istri prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana, sebagai wadah untuk memasarkan produk UMKM, kerajinan daerah, seni budaya, serta peragaan busana.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kreativitas anggota Persit, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta memberikan apresiasi terhadap karya-karya anggota Persit. Keikutsertaan UMKM Padusi

Tapa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit Kartika Chandra Kirana PD Iskandar Muda dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi, sekaligus memperkuat daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan agar mampu dikenal lebih luas di tingkat nasional.

"Kini produk yang sebelumnya berkutat sebagai tradisi menjadi role model dalam bingkisan inovasi UMKM di Pantai Barat Selatan, Aceh. Bahkan berselancar di ajang promosi," papar berbagai sumber terpercaya. ||

Tags terkait :