10 Inovasi Pelayanan Publik Baitul Mal dan Kependudukan diluncurkan Bupati Aceh Selatan

author
Sudirman Hamid

04 May 2026 18:04 WIB

10 Inovasi Pelayanan Publik Baitul Mal dan Kependudukan diluncurkan Bupati Aceh Selatan
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, luncurkan 10 inovasi (7 Baitul Mal dan 3 Disdukcapil), untuk mewujudkan daerah maju, produktif dan madani, sesuai tuntutan zaman di Tapaktuan. Senin (4/5/2026). INFORakyat/Istimewa.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang memudahkan masyarakat di segala sektor, hari ini kita luncurkan 10 inovasi program Baitul Mal untuk layanan publik. Ini mempermudah alur akses zakat sehingga administrasi tidak berbelit,” ucap H. Mirwan MS, SE, M.Sos.

TAPAKTUAN | INFORakyat.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan meluncurkan 10 program inovasi pelayanan publik, tujuh digebrak Baitul Mal, tiga lagi diprakarsai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),

Prosesi peluncuran di kemas di Hal Pendopo bupati Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan, Senin, 4 April 2026.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya di sektor bantuan sosial dan administrasi kependudukan, dengan mempersingkat dan mempermudah akses layanan.

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari visi daerah dalam mewujudkan masyarakat yang maju, produktif, dan madani.

H, Mirwan MS menyebutkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penghimpunan, tetapi pendistribusian juga harus tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang memudahkan masyarakat di segala sektor, hari ini kita luncurkan 10 inovasi program Baitul Mal untuk layanan publik. Ini mempermudah alur akses zakat sehingga administrasi tidak berbelit," ucap H. Mirwan MS dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, Tujuh inovasi Baitul Mal yang diluncurkan meliputi program Mudah Mustahiq, layanan bantuan langsung bagi masyarakat darurat di IGD RSUD Yuliddin Away, SIM-MAS Terpadu, integrasi pelayanan adminduk dan bantuan mustahik, hingga Menjemput Mustahiq.

"Inovasi ini bertujuan memudahkan akses layanan publik, programnya menghadirkan warga di kecamatan dapat mengakses layanan tanpa harus datang ibu kota kabupaten," papar H. Mirwan.

Selain itu, terdapat program Baitul Mal Sigap untuk respons cepat korban musibah, Titip Berkas Mustahiq guna mempermudah pengurusan bantuan tingkat provinsi, Sahabat Mustahiq untuk pendampingan pasien di Banda Aceh, serta POSZAK, kolaborasi layanan kesehatan, gizi, dan ekonomi berbasis zakat.

Sementara Disdukcapil Aceh Selatan menghadirkan tiga inovasi unggulan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan.

Pertama, SIADULIM dan PDKT Kito, mempercepat layanan administrasi kependudukan di wilayah barat dan timur melalui kecamatan seperti Kluet Utara dan Labuhan Haji Timur.

Kedua, program ASEL Bangkit dan Tuntas, yang memungkinkan bayi yang lahir di RSUD langsung mendapatkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) dan jemput bola perekaman KTP bagi pemula.

Menurut Bupati, inovasi tersebut bukan sekadar terobosan berbasis teknologi, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati juga mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk terus menghadirkan inovasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Saatnya menunjukan kinerja baik dan pelayanan prima kepada masyarakat, meskipun ASN harus turun gunung.

"Progres keberhasilan inovasi adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya, bukan hanya duduk di meja kantor," tegasnya.

"Pemerintah Aceh Selatan berharap pelayanan publik semakin inklusif, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil. Ini menjadi point penting dalam mengutamakan pelayanan publik," tutup H. Mirwan MS. ||

Tags terkait :