“Jangan terpengaruh dengan informasi sesat tentang mutasi Kepala Sekolah. Seluruh pegawai diminta melakukan konfirmasi langsung kepada BKPSDM Aceh Selatan apabila menerima surat atau informasi yang mencurigakan,” ucap Plt Kepala BKPSDM, Arita Taib, SE, MM.
TAPAKTUAN | INFORakyat.CO – Sempat menghebohkan publik, ada surat pemberitahuan mutasi Kepala Sekolah mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Selatan, ternyata surat bodong alias hoax.
Sempat beredar Surat yang disebut-sebut ditujukan kepada Kepala TK Negeri Melati, berisi pemberitahuan terkait pelaksanaan mutasi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Informasi dihimpun media ini, surat yang tidak bertanggungjawab tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp (WA), kemudian menjadi heboh.
Plt Kepala BKPSDM Aceh Selatan, Arita Taib, SE, MM saat dikonfirmasi menegaskan bahwa surat tersebut bukan dikeluarkan oleh instansi resmi dan tidak memiliki dasar administrasi yang sah.
Jika dicermati dengan teliti, tutur Arita Taib, pada surat tersebut ditemukan sejumlah kejanggalan dalam format surat maupun tata naskah dinas yang tidak sesuai dengan standar surat resmi pemerintah.
Baca Juga:
Diduga Muncul sejumlah Vendor, Pemulihan Pasca Bencana di Aceh Tenggara dan Sumatera PT HK Pemenang
Ia juga mengimbau seluruh ASN dan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan singkat tanpa verifikasi dari sumber resmi.
"Jangan terpengaruh dengan informasi sesat tentang mutasi Kepala Sekolah. Seluruh pegawai diminta melakukan konfirmasi langsung kepada BKPSDM Aceh Selatan apabila menerima surat atau informasi yang mencurigakan," ucap Plt Kepala BKPSDM, Arita Taib.
BPKSDM juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan surat hoaks tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan ASN dan masyarakat.
Baca Juga:
Dir Tahti Polda Aceh Sosialisasikan SOP Evakuasi Tahanan situasi Darurat di Polres Aceh Singkil
"Saya tegaskan, surat itu hoax. Jangan terpengaruh dan disebarluaskan," tutup Arita Taib ringkas. ||



