“Saling intai kegesitan lawan, adu partai puncak Turnamen Domino CUP PWI Bener Meriah berlangsung sengit dan disaksikan ratusan pasang mata. Tim Polsek Bukit kontra KONI Bener Meriah menampilkan pola pertandingan memukau dan saling menggesek rival"
BENER MERIAH | INFORakyat.co — Atmosfer panas dan penuh tensi kegesitan serta alam pemikiran menyelimuti Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Bener Meriah, Sabtu, 18 April 2026 tadi malam, tegang dan penuh sportivitas.
Tepuk tangan dan sorak penonton membahana, dan menjadi saksi lahirnya juara perdana Domino Cup PWI Bener Meriah Tahun 2026. Gelanggang tanding mempertunjukan mempersembahkan kehebatan pemain dalam menghitung sisa batu lawan, hingga memetik kemenangan.
Partai puncak mempertemukan dua tim terbaik, menyulut perhatian warga untuk menyaksikan kebolehan tanding masing-masing. Polsek Bukit kontra KONI Bener Meriah.
Duel berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua tim saling unjuk strategi, ketenangan, dan kecermatan membaca kartu lawan. Namun, di momen-momen krusial, Polsek Bukit tampil lebih solid dan akhirnya memastikan kemenangan meyakinkan.
Diakhir pergulatan serta dihiasi keringat dingin pemain, Polsek Bukit keluar sebagai juara pertama, menundukkan perlawanan gigih KONI yang harus puas di posisi runner-up.
Pertandingan tangguh antara dua tim berlangsung aman, tertib dan lancar. Tim Domino berhasil raih tiket untuk melaju ke tempat ketiga, setelah melalui pertandingan yang tak kalah sangit pada babak sebelumnya.
Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri mengatakan bahwa Turnamen Domino berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (17/4/2026) sampai ke babak penentuan yang menjadi idaman bagi penggemar.
"Ada ratusan peserta dari berbagai kalangan. Setiap ronde kompetisi menghadirkan temperature tinggi, hanya desas napas, daya pikir dan kecerdasan membaca permainan menjadi kunci utama," ucap Mashuri kepada INFORakyat, Ahad, 19 April 2026.
Menurut Mashuri, konsistensi permainan Tim Polsek Bukit sejak babak awal hingga final menjadi faktor penentu kesuksesan dalam meraih gelar juara.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan event tersebut. Menurutnya, Domino Cup bukan hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar komunitas di wilayah dataran Gayo.
"Alhamdulillah, turnamen berjalan lancar selama tiga hari. Antusiasme peserta sangat luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi penyelenggara. Jika ada kesempatan, tahun depan akan kita tampilkan fase kedua yang lebih meriah. Selamat untuk pemenang, dan terima kasih atas kerjasama panitia serta segenap lapisan," tutup Mashuri. ||



