Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri BKKBN RI serah bantuan KRS dan Targetkan tekan Stunting hingga 14 persen

author
Almujawadin

1 Jam yang Lalu

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri BKKBN RI serah bantuan KRS dan Targetkan tekan Stunting hingga 14 persen
Menteri Kependudukan dan pembangunan Keluarga Kepala (BKKBN) Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji didampingi bupati Muhammad Salim Fakhri, menyerah bantuan berupa uang tunai kepada keluarga risiko Stunting (KRS), di Desa Kisam, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Selasa (02/06/2026). INFORakyat/Almujawadin.
"Perintah langsung dari bapak Presiden untuk mengatasi berbagai macam masalah khusus dalam pencegahan Stunting, kita upayakan penurunan hingga 14 persen," kata Menteri BKKBN-RI, Dr. H. Wihaji, di Kutacane.

ACEH TENGGARA | INFORakyat.co- Menteri Kependudukan dan pembangunan Keluarga Kepala (BKKBN) Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, mengunjungi langsung keluarga risiko Stunting di Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kehadiran Menteri BKKBN RI di Aceh Tenggara tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memastikan akar permasalahan di daerah, baik hunian yang cukup memadai, sanitasi serta tumbuh kembang anak terhadap pemenuhan gizi.

Di Aceh tenggara, Dr. H. Wihaji bertatap muka dengan penerima manfaat keluarga risiko Stunting (KRS), Ibu Mira di Desa Kisam, Kecamatan Lawe Sumur serta memastikan kondisi tumbuh kembang anak terus diupayakan membaik.

Mengunjungi langsung keluarga risiko stunting, Wihaji turut menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 7 juta untuk pelunasan hutang, dan Rp. 50 juta untuk pembangunan rumah serta kebutuhan bahan sembako.

"Ini merupakan perintah langsung dari bapak presiden untuk mengatasi berbagai macam masalah khusus, terutama dalam pencegahan Stunting," ungkap Wihaji didampingi Bupati Aceh Tenggara.

Ia mengatakan, penyebab stunting salah satunya kekurangan gizi, sanitasi, air bersih, dan pernikahan dini. "Sesuai perintah bapak presiden, sebelumnya angka stunting pada tahun 2025 mencapai 18 persen, pada tahun 2026 kita menargetkan menurun hingga 14 persen," jelasnya.

Sementara itu, dari hasil pemantauan di rumah yang ditempati Ibu Mira dan keluarga, kondisi air  belum memadai serta lokasi jamban langsung dari aliran parit diperkirakan memasuki areal dapur. ||

Tags terkait :