“Putri mantan Wakil Bupati Aceh Selatan, Dr. Daska Aziz, S,Pd, M.Pd, kelahiran Sawang menoreh prestasi akademik, Budaya dan nilai spiritual Best Award SDGs Global dan Lolos FK USK Banda Aceh jalur talenta 2026. Program pada The 7th International Youth Exchange and Conference SDGs Kesehatan tingkat internasional”
BANDA ACEH | INFORakyat.co – Ade Naylan Sadida, gadis remaja kelahiran Blanggeulinggang Kecamatan Sawang, 1 Januari 2008, Putri mantan Wakil Bupati Aceh Selatan, Dr Daska Aziz, S.Pd, M.Pd, sosok mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, berhasil menggetarkan dunia pendidikan meraih Best Award Program pada The 7th International Youth Exchange and Conference SDGs Kesehatan tingkat internasional.
Prestasi yang ditoreh Ade Naylan Sadida, sekaligus mengantarkan ternyata mengantarkan dirinya lolos seleksi masuk Program Studi Pendidikan Dokter USK melalui jalur Seleksi Talenta 2026.
Informasi dihimpun, di event forum internasional tersebut, Ade Naylan mempresentasikan gagasan solusi kesehatan berbasis komunitas yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs. Ada tiga poin Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Dewan juri menilai ide yang disampaikan aplikatif, berbasis data, dan relevan dengan tantangan kesehatan di Indonesia yang dipresentasikan di kampus singapura, kata ayahanda Ade Naylan Sadida melalui keterangannya, Senin, 01 Mei 2026.
Selain mendulang prestasi akademik gemilang tingkat Internasional, ternyata Ade Naylan Sadida jura tampil sebagai qariah Penghafal 30 Juz Al-Qur"an di podium MTQ di Pidie Jaya.

Baca Juga:
Bupati Nagan Raya: Dunia diliputi ancaman Fragmentasi sosial, Indonesia tetap Kokoh dengan Pancasila
"Sebagai Qariah menghafal Quran 30 Jaz, menjadi pondasi karakter yang menguatkan perjalanannya saya. Menghafal Al-Qur"an mengajarkan saya disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Satu ayat yang terlupa harus diulang berkali-kali. Mental itu yang saya pakai saat berkompetisi dan mempresentasikan gagasan di forum internasional," ungkap Ade Naylan Sadida.
Menurut Ade Naylan, menuntut ilmu kedokteran adalah amanah dan bentuk pengabdian. "InsyaAllah, ilmu yang dipelajari di USK nantinya akan saya kembalikan kepada masyarakat. Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga berempati dan berakhlak mulia dan bertaqwa," ulasnya.
Komunitas global dengan program SDGs poin 3 meliputi; Kehidupan karakter yang menguatkan perjalanannya. Menghafal Al-Qur"an mengajarkan saya disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Satu ayat yang terlupa harus diulang berkali-kali. Mental itu yang saya pakai saat berkompetisi dan mempresentasikan gagasan di forum internasional," ungkapnya.
Prestasi Ade Naylan diha menginspirasi generasi muda Aceh dan Indonesia: cerdas secara intelektual, pada budaya, dan berlandaskan nilai spiritual.
Tentang USK dan Jalur Talenta Qur'ani, Universitas Syiah Kuala merupakan perguruan tinggi negeri terkemuka di Aceh yang berkomitmen mencetak lulusan unggul dan berkarakter.
Baca Juga:
Cendera mata Hari Lahir Pancasila, Bupati Aceh Tenggara Serah Sertifikat Tanah Pembangunan BNNK
"Melalui jalur Seleksi Talenta Qur'ani, USK memberi apresiasi kepada calon mahasiswa berprestasi di bidang hafiz Qur'an, MTQ, dan pengabdian sosial sebagai wujud integrasi keilmuan dan nilai spiritual," imbuhnya lagi.
Kemudian, sustainable Development Goals SDGs adalah 17 tujuan global PBB untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan kemakmuran bagi semua pada 2030. Fokus pada Kesehatan dan Kesejahteraan menjadi prioritas utama untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan produktif. ||














