“Lebih kurang sudah dua bulan bus sekolah di Teluk Rumbia tidak beroperasi, masyarakat bertanya-tanya dan kepingin mengetahui apa penyebabnya. Disdikbud jangan diam, berikan jawaban dan solusinya," kata Budi Harjo.
ACEH SINGKIL | INFORakyat.co - Bus sekolah antar jembput dan melayani siswa-siswi di Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan tidak beroperasi selama kurang lebih dua bulan terakhir, buntutnya memicu keluhan masyarakat yang terdampak dan menimbulkan tanda tanya.
Salah seorang pemerhati kebijakan daerah Aceh Singkil, Budi Harjo, menyatakan berhentinya operasional bus sekolah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah karena menyangkut akses pendidikan bagi siswa.
"Lebih kurang sudah dua bulan bus sekolah di Teluk Rumbia tidak beroperasi, masyarakat bertanya-tanya dan kepingin mengetahui apa penyebabnya. Disdikbud jangan diam, berikan jawaban dan solusinya," kata Budi Harjo, Jumat, 05 Juni 2026.
Baca Juga:
Mesin politik PSI akan menderu di Bumi Serambi Mekkah, Teuku Rival Amiruddin Pegang Kemudi
Menurut dia, keberadaan bus sekolah merupakan fasilitas publik yang berfungsi mendukung aktivitas belajar siswa, terutama bagi mereka yang membutuhkan sarana transportasi menuju sekolah. Selama tidak beroperasi, telah menimbulkan keresahan warga.
Karena itu, ia meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab berhentinya operasional bus sekolah tersebut.
Baca Juga:
Hanya 2 SPPG di Aceh Selatan disuspensi sementara, BGN Pastikan Kualitas Layanan tetap Dipantau
Budi menilai keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.
"Jika kendalanya kerusakan kendaraan, sampaikan kepada masyarakat. Jika faktor anggaran atau kendala lainnya, juga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Disdik jangan bungkam," tegasnya.
Ia juga mempertanyakan langkah yang telah dilakukan selama dua bulan terakhir, termasuk upaya perbaikan kendaraan maupun koordinasi dengan pihak terkait agar layanan bus sekolah dapat kembali beroperasi.
Baca Juga:
Teuku Mudasir Pertanyakan kelanjutan Pembangunan Gedung UDD PMI Aceh Selatan, Soroti Dana Hibah
Menurut dia, rentang waktu dua bulan merupakan periode yang cukup panjang untuk menyelesaikan persoalan operasional kendaraan yang digunakan dalam pelayanan pendidikan.
Selain itu, Budi meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut dan memastikan layanan transportasi bagi pelajar di Desa Teluk Rumbia kembali berjalan.
Baca Juga:
HMI Cabang Meulaboh: Jangan ada Korupsi Program Gizi Anak, Perlu Pengawasan Ketat dan Evaluasi MBG
"Masyarakat hanya membutuhkan kepastian kapan bus sekolah ini kembali beroperasi untuk melayani para siswa. Komitmen pemerintah daerah mewujudkan kesejahteraan jangan hanya dibibir," pungkas Budi Harjo.
Hingga berita ini dilansir ke ruang publik, INFORakyat.co belum berhasil mendapat konfirmasi. ||














