“Belatung adalah larva dari lalat dewasa, berkembang biak melalui proses metamorphosis lengkap, meliputi telur, larva/belatung, pupa dan lalat dewasa”
BELATUNG, dikenal memiliki laju perkembangbiakan yang sangat cepat, memunculkan kejijikan dan bisa membawa bakteri, faktor utama kerana lingkungan kurang bersih.
Dikutip dari berbagai artikel, Sabtu, 18 April 2026 malam, populasi belatung bisa disebabkan beberapa faktor pendukung, meliputi, Kelembaban tinggi, sirkulasi udara buruk, dan ketersediaan sampah organik membusuk adalah kondisi utama yang mempercepat perkembangbiakannya.
INFORakyat memetik narasi untuk mensosialisasi kepada publik, bagaimana laju detail perkembangan belatung itu sendiri:
1. Proses Bertelur: Lalat betina dewasa bertelur dalam jumlah banyak, berkisar antara 70-100 telur sekaligus, terutama pada bahan organik yang membusuk, sampah, atau bangkai yang menyediakan makanan bagi larva.
2. Penetasan Cepat: Dalam kondisi cuaca hangat, telur-telur ini dapat menetas menjadi larva atau belatung sangat cepat, yaitu dalam durasi waktu 8 hingga 20 jam.
3. Fase Larva (Belatung): Belatung aktif makan dan tumbuh dengan cepat. Makhluk ini mengalami beberapa kali pergantian kulit (moulting) selama fase pertumbuhan.
Dalam waktu singkat, sekitar 8 hingga 24 jam, telur akan menetas menjadi larva atau belatung. Pada fase ini, mereka sangat rakus dan aktif memakan materi organik di sekitarnya untuk mengumpulkan energi guna pertumbuhan.
4. Fase Pupa (Kepompong): Setelah tumbuh maksimal, belatung akan berubah menjadi pupa. Masa (fase) ini berlangsung selama beberapa hari sebelum berubah kembali menjadi lalat dewasa.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Beri Arahan kepada 503 Ketua DPRD Se Indonesia di Retreat KPPD Akmil Magelang
Setelah mencapai ukuran maksimal dan melewati beberapa kali pergantian kulit, belatung akan mencari tempat yang lebih kering untuk berubah menjadi pupa (kepompong).
Di dalam cangkang keras ini, tubuh bertransformasi secara total.
5. Siklus Hidup: Secara keseluruhan, siklus dari telur menjadi lalat dewasa berlangsung cepat, seringkali hanya dalam hitungan hari hingga minggu.
Setelah beberapa hari, atau biasanya 3–6 hari populasi menjadi lalat, serangga dewasa akan keluar dari pupa dan siap untuk kawin guna memulai siklus baru.
Catatan terpenting untuk diingat: Belatung sendiri tidak bisa bertelur atau berkembang biak. Hewan kecil ini harus tumbuh menjadi lalat dewasa terlebih dahulu agar bisa bereproduksi. Lalu lalat dewasalah penyebar telur di lokasi-lokasi rentan.
Menghindari munculnya lalat dewasa (betina), tentunya harus benar-benar diperhatikan kebersihan lingkungan dan tidak ada sampah organik serta aroma busuk. ||



