Dinas TPHP Nagan Raya Gandeng POPT Kuala Lakukan Pengendali Hama Padi

author
REDHA

2 Jam yang Lalu

Dinas TPHP Nagan Raya Gandeng POPT Kuala Lakukan Pengendali Hama Padi
Kepala Dinas TPHP Nagan Raya, Marzuki, SE didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Muslim, perwakilan dari Laboratorium POPT Kuala, Sarkawi dan PPL melakukan pengendalian hama Padi di Kecamatan Kuala. Selasa (28/4/2026). INFORakyat/Istimewa.
“Menjaga produkvitas tanaman padi dan mencegah kerugan petani akibat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan, pemeritah daerah melaksanakan pengendalian hama”

NAGAN RAYA | INFORakyat.CO – Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Nagan Raya Provinsi Aceh bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kuala melakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Lahan persawahan Padi Petani yang diserang hama.

Upaya menjaga produktivitas tanaman padi dan mencegah kerugian petani akibat serangan OPT, jajaran POPT Kecamatan Kuala melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian OPT di areal persawahan Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Selasa, 28 April 2026.

Memaksimalkan kegiatan, gerakan pengendalian hama padi turut menerjunkan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani, kelompok tani, serta dihadiri langsung Kadis Kepala Dinas TPHP setemoat.

Pengendalian dilakukan secara serentak melalui penyemprotan sesuai anjuran teknis, sanitasi lahan, serta pemantauan intensitas serangan hama dan penyakit.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pulo Ie, Muslim, SP, menyampaikan terkait teknis pengendalian OPT seperti teknis pengaturan air, teknis pencegahan OPT, dan penggunaan pestisida dengan penerapan Tepat Sasaran, Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara Penggunaan (5T).

Muslim juga mengatakan agar Dinas TPHP menyediakan brigade pestisida guna membantu petani dalam pengendalian OPT.

Kepala Dinas TPHP Nagan Raya, Marzuki, SE menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menekan perkembangan OPT yang berpotensi menurunkan hasil panen.

"Apapun kebutuhan petani di lapangan agar disampaikan melalui PPL dan POPT Kecamatan masing-masing, termasuk wilatah Kuala. Kita akan upayakan kebutuhan petani dengan meminta petunjuk pimpinan daerah," ucap Marzuki.

Sementara itu, perwakilan dari Laboratorium POPT Kuala, Sarkawi, menegaskan bahwa terkait teknis penggunaan dan pencampuran pestisida harus dilaksankan dengan benar dan tepat.

Pengendalian hama penyakit padi ditandai D serah terima bantuan pestisida kepada petani dan pebyemprotan secara langsung dilapangan.

Tindakan penyemprotan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan OPT yang dilakukan pada hari sebelumnya, Senin, 27 April 2026, oleh petugas lapangan POPT dan PPL di seluruh areal persawahan di wilayah kecamatan Kuala.

"Gerakan ini merupakan langkah cepat dan terpadu agar serangan hama tidak meluas. Kami mengajak petani rutin melakukan pengamatan serta melapor apabila ditemukan gejala serangan," imbuh Sarkawi.

Melalui kegiatan ini diharapkan produksi padi tetap terjaga, serangan OPT dapat ditekan, serta pendapatan petani meningkat. Harapan kita, Swasembada Pangan Indonesia tetap aman dan tercapai. ||

Tags terkait :