“Program ini sengaja kita akselerasikan untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan, sekaligus mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Kalapas Meulaboh, Tendi Kustendi.
MEULABOH | INFORakyat.co - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh, Aceh Barat kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), melalui program pembinaan kemandirian di bidang perikanan.
WBP Lapas Meulaboh sukses menggelar panen raya ikan lele di area sarana edukasi dan asimilasi lapas, Senin, 13 Juli 2026.
Program budidaya yang berlangsung selama 1 bulan 25 hari sejak pelepasan bibit ini berhasil mencatatkan total hasil panen yang signifikan.
Dari 4 kolam budidaya yang dikelola, Lapas Meulaboh berhasil memanen sebanyak 358 kilogram ikan lele siap konsumsi.
Seluruh proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan hingga perawatan kebersihan kolam, dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan dan pengawasan ketat dari petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi, menyatakan bahwa kegiatan budidaya ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan program strategis yang sejalan dengan kebijakan nasional.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program ini sengaja kita akselerasikan untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan, sekaligus mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Tendi di sela-sela kegiatan panen.
Tendi menjelaskan, maksud dan tujuan utama dari program pembinaan ini adalah untuk membekali warga binaan dengan keterampilan berwirausaha praktis yang bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga:
Komite MIN 11 Banda Aceh Dukung Program MATAMUDA, Tanamkan Prestasi dan Akhlak Hari Pertama Sekolah
Dengan pendampingan dari petugas, warga binaan dilatih untuk memahami tata cara budidaya yang baik dan benar agar siap diaplikasikan setelah mereka bebas nanti.
"Harapan kami, melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan kesibukan yang positif selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keahlian nyata," imbuhnya lagi.
Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa mandiri, membuka peluang usaha sendiri, dan tidak lagi mengulangi tindak pidana.
Hasil panen sebanyak 358 kilogram ini langsung dipasarkan untuk memenuhi permintaan pasar lokal di wilayah Meulaboh dan sekitarnya.
Menariknya, keberhasilan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para warga binaan yang terlibat. Keuntungan atau laba yang diperoleh dari penjualan ikan lele tersebut disalurkan kembali kepada warga binaan dalam bentuk premi (upah kerja). ||






