Garuda Ukir Sejarah Baru di Bumi Serambi Mekkah, 393 Jamaah Umroh Aceh Terbang Langsung ke Madinah

author
Redaksi

1 Jam yang Lalu

Garuda Ukir Sejarah Baru di Bumi Serambi Mekkah, 393 Jamaah Umroh Aceh Terbang Langsung ke Madinah
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Dok: Dishub Aceh/Net.
“Deru penerbangan dari Bumi Aceh membelah langit, momentum ini menjadi sejarah baru dari misi ganda, mengantar jamaah umrah sekaligus menjemput jamaah haji kloter terakhir Embarkasi Aceh dari Arab Saudi, impian warga Aceh terwujud,” Pelaksana Harian General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi.

BANDA ACEH | INFORakyat.co – Langit Aceh kembali mengukir sejarah baru, penerbangan umrah dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar Provinsi Aceh menuju Arab Saudi  kembali beroperasisetelah sempat terhenti selama beberapa waktu.

Sebanyak 393 jamaah umrah asal Aceh terbang perdana langsung menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER, Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 08.15 WIB kemarin.

Penerbangan perdana ini terlaksana melalui kerja sama Garuda Indonesia dengan BTJ Aviasi sebagai pihak pencharter.

Menariknya, penerbangan tersebut juga menjadi bagian dari misi ganda, yakni mengantar jamaah umrah sekaligus menjemput jamaah haji kloter terakhir Embarkasi Aceh dari Arab Saudi.

Pelaksana Harian General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, menyebut penerbangan ini sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah penerbangan Aceh, dan ilham yang patut disyukuri.

"Hari ini menjadi penerbangan yang sangat spesial, pertama kalinya pesawat yang sama membawa jamaah umrah dari Aceh sekaligus menjemput jamaah haji kloter terakhir Embarkasi Aceh, langsung dari langit Aceh menuju Arab Saudi," ujar Jufriadi dikutip, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia menjelaskan, mulai pekan berikutnya penerbangan umrah langsung akan dijadwalkan secara rutin setiap minggu menggunakan pesawat Airbus A330-900neo, dengan keberangkatan setiap Rabu dan kepulangan setiap Sabtu melalui rute Banda Aceh–Jeddah pulang pergi.

Program penerbangan langsung ini akan berlangsung mulai Juni 2026 hingga Februari 2027 guna menjawab tingginya permintaan masyarakat Aceh terhadap akses langsung menuju Tanah Suci.

Penerbangan bersejarah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Aceh yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan melalui kota lain sebelum menuju Tanah Suci.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H, mewakili Gubernur Aceh, secara resmi melepas keberangkatan ratusan tamu Allah tersebut dari Bumi Serambi Mekkah.

Pemerintah Aceh menyampaikan rasa syukur atas kembali dibukanya jalur penerbangan langsung menuju Arab Saudi yang dinilai menjadi tonggak penting dalam pelayanan ibadah umrah masyarakat Aceh.

Pelepasan perdana jamaah Umroh Aceh langsung ke Arab Saudi dari Bandara SIM Aceh Besar, tanpa transit. Senin (29/06/2026). INFORakyat.co/Dok Net/Istimewa.

"Penerbangan langsung ini akan memangkas waktu perjalanan, mengurangi biaya, dan menghemat tenaga jamaah, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut," dikutip pesan Gubernur oleh Marzuki.

Pemerintah Aceh juga akan mendorong implementasi penuh Qanun Nomor 5 Tahun 2020 agar seluruh keberangkatan jamaah umrah Aceh dapat dilakukan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda," demikian pesan Gubernur yang disampaikan Marzuki.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, perwakilan Kementerian Haji Aceh, unsur Forkopimda, serta para pelaku industri perjalanan umroh.

Direktur BTJ Aviasi, Ricky, mengatakan dibukanya kembali penerbangan langsung merupakan jawaban atas harapan panjang masyarakat Aceh yang selama ini mendambakan layanan umroh tanpa transit.

Menurutnya, jamaah Aceh tahun ini juga memperoleh layanan istimewa berupa paket perjalanan selama 12 hari sehingga memungkinkan mereka melaksanakan dua kali shalat Jumat, masing-masing di Masjid Nabawi, Madinah, dan Masjidil Haram, Makkah.

Pada penerbangan perdana ini, sebanyak 393 jamaah diberangkatkan oleh 10 biro perjalanan umroh dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, yakni Abu Siraj, Al Asyi, Al Badar, Al Hijaz, Andalusia Aceh, Guha, Holiday Angkasa, Kaifa Wisata, Malindo Aceh, dan Sarmaniya Travel.

BTJ Aviasi bersama Pemerintah Aceh, Kementerian Haji dan Umrah Aceh, KATUHA, AMPHURI Aceh, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya juga tengah mempersiapkan layanan terpadu sehingga jamaah nantinya dapat memulai proses keberangkatan langsung dari Asrama Haji Banda Aceh.

Pimpinan Dayah Darul Ulum Al Fata Aceh Besar, Baba, mengaku bersyukur karena jamaah kini tidak lagi harus transit melalui kota lain yang menguras tenaga.

"Alhamdulillah, ini yang sudah lama kami harapkan. Banyak jamaah berusia lanjut sehingga penerbangan langsung sangat membantu dan jauh lebih nyaman," katanya. ||

Tags terkait :