“Salah satu ruas jalan penghubung antar Kabupaten Gayo Lues menuju Aceh Tenggara, saat ini masih terputus kawasan di Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung”
GAYO LUES |inforakyat.co - Memasuki hari ke 23 pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah Kabupaten/Kota di,Aceh, kondisi rumah penduduk masih porak poranda serta akses jalan penghubung antar kabupaten masih terputus (amblas), faktor itu menjadi kendala mobilisasi bantuan.
Pantauan langsung inforakyat.co, Jumat, 19 Desember 2025, salah satu ruas jalan penghubung antar Kabupaten Gayo Lues menuju Aceh Tenggara, saat ini masih terputus kawasan di Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung.
Sebelumnya jalan ini berada jauh dari aliran sungai, namun saat ini sudah tergerus meluas akibat terjangan banjir, sehingga dampaknya akses transportasi terputus. Diperkirakan memiliki kedalaman jurang mencapai 70 sampai 80 meter.
Sementara itu, jalan alternatif yang di bangun pemerintah saat ini, dinilai masih ekstrim, sedangkan material batu dan tanah longsor terus berjatuhan.

Baca Juga:
Kobaran Api Berhasil Padam, Penyebab Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Diselidiki
Pengendara mobil membawa bantuan, Kasiman Wahyu, menyebutkan bahwa saat melintasi jalan alternatif masih banyak dilalui titik ekstrim serta harus ekstra hati-hati.
"Jalannya ekstrim pak, beberapa titik belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, sulit melakukan pendistribusian bantuan," ungkap Wahyu kepada INFORakyat.co Jumat, 19 Desember 2025.
Jalan yang dbangun secara darurat ini masih sangat ekstrim, dikhawatirkan akan menelan korban. "Sulit dilintasi pengendara untuk membawa bantuan dalam skala besar.
"Melihat kondisi seperti ini, kami berharap agar pemerintah secepatnya menurunkan alat berat, dan memperbaiki akses jalan yang vital. Ruas jalan ekstrim ini penuh resiko dan tantangan, semoga pemerintah menindak lanjuti secepatnya," imbuh Kasiman Wahyu saat ditemui ketika melintas. ||





