Disinyalir Kaum LGBT Merebak di Aceh Tenggara, Aktivis Desak Pemda Tegakkan Syariat Islam Bertindak

author
Almujawadin

1 Jam yang Lalu

Disinyalir Kaum LGBT Merebak di Aceh Tenggara, Aktivis Desak Pemda Tegakkan Syariat Islam Bertindak
Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tenggara, Adrian Plis. Dok: Pribadi.
“GMNI Cabang Aceh Tenggara mendorong pemerintah lebih serius dalam penegakan Qanun dan penertiban rutin melalui petugas Satpol PP/WH sebagai petugas Syariat islam untuk mencegah bebas nya kaum LGBT berinteraksi dikalangan umum,

ACEH TENGGARA | INFORakyat.co – Disinyalir maraknya kaum Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kondisi ini mencederai Syariat Islam dan simbol Serambi Mekah di bumi Sultan Iskandar Muda.

Belakangan terendus, dugaan aktivitas LGBT ini bukan lagi sembunyi-sembunyi namun sudah menyebar di kalangan publik, dan ini cukup meresahkan bagi masyarakat.

Penilaian dan dugaan adanya aktivitas LGBT di Aceh Tenggara disampaikan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tenggara, Adrian Plis kepada INFORakyat.co, Selasa, 07 Juli 2026.

Ia mengatakan bahwa kebebasan laki-laki yang merubah kodrat menjadi gemulai serta berkostum perempuan dianggap lemahnya pengawasan dan penertiban dari penegakan Syariat islam bagi pemerintah daerah, khususnya Aceh Tenggara.

"Kami GMNI cabang Aceh Tenggara mendorong agar pemerintah lebih serius dalam penegakan Qanun dan penertiban rutin melalui petugas Satpol PP/WH sebagai petugas Syariat islam untuk mencegah bebasnya kaum LGBT ini berinteraksi di kalangan umum," ungkap Adrian Plis.

Menurut Adrian Plis, saat ini warga melihat di lokasi umum tertentu, seperti tongkrongan anak muda (Kafe) banyak sekali kaum LGBT yang berbaur, sehingga mengkhawatirkan ini memiliki ruang bagi mereka berbuat di luar syariat dan aqidah islamiah.

"Kami Aktivis GMNI Aceh Tenggara meminta kepada pemerintah agar mempersempit ruang bagi mereka (LGBT-red) untuk berinteraksi secara umum, apalagi masuk kedalam sistem pemerintahan yang tanpa didasari. Aceh adalah bumi Serambi Mekkah dan menjunjung tinggi Syariat Islam," tegas Adrian.

Ia menambahkan, khusus terhadap kaum LGBT Pemerintah harus tegas dan mengambil sikap dengan mengedepankan Syariat Islam, sehingga ada sekat agar batang hidung mereka tidak menjadi subur, tutup Adrian. ||

Tags terkait :